Hari Kedua Wisuda ke-141: 765 Lulusan Tiga Fakultas UIN Jakarta Dikukuhkan, Dorong Integritas dan Nilai Kemanusiaan

Hari Kedua Wisuda ke-141: 765 Lulusan Tiga Fakultas UIN Jakarta Dikukuhkan, Dorong Integritas dan Nilai Kemanusiaan

Rizki Permata Ridwan Ramadhan Adean Zamzani
Tim Redaksi PIH UIN Jakarta

Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online – Sebanyak 765 dari total 3.154 lulusan Wisudawan  Sarjana, Magister, dan Doktoral ke-141 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi dikukuhkan. Mengusung tema “Mengukuhkan Lulusan Inovatif, Berintegritas, dan Berdampak bagi Kemanusiaan”, acara ini berlangsung semarak di Auditorium Harun Nasution pada hari kedua Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-141, Ahad (06/09/2026).

765 Lulusan yang dikukuhkan berasal dari tiga fakultas, meliputi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sebanyak 416 orang, Fakultas Ushuluddin (FU) sebanyak 215 orang, dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) sebanyak 134 orang.

Prosesi Wisuda ke-141 ini dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Sekretaris Senat Prof. Bambang Suryadi, M.A., Ph.D., serta Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, S.Ag., S.H., M.A., M.H. Turut hadir para dekan, pimpinan unit, dosen, tenaga kependidikan, keluarga wisudawan, serta tamu undangan dari Ikatan Alumni UIN Jakarta (IKALUIN), Syukri Rahmatullah, M.I.Kom.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar menegaskan bahwa kelulusan bukan sekadar soal pencapaian akademis di atas kertas, melainkan bagaimana alumni mampu memberikan dampak nyata melalui karya bagi masyarakat sesuai dengan nilai Innovation, Green, dan Humanity.

“Integritas sangat penting dalam tempaan ke depan. Bagaimana kita memiliki nilai, dan kalian sebagai alumni UIN Jakarta mempunyai nilai tambah terkait integrasi keilmuan yang bersifat teologi maupun sains yang dibekali spiritualitas,” ujar Prof. Asep.

Prof. Asep juga menekankan bahwa kesadaran kemanusiaan lahir dari nilai spiritualitas tersebut. Oleh karena itu, gelar dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diraih harus diimbangi dengan kontribusi nyata.

What do you bring for the society? Secarik kertas kah? Kebanggaan dengan IPK, atau gelarkah? Tidak semata-mata itu, tetapi yang ditunggu oleh masyarakat adalah bagaimana kita bisa berkontribusi dan kehadiran kita berdampak baik,” tegasnya.

Senada dengan Rektor, Sekretaris Senat, Bambang Suryadi, M.A., Ph.D., mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan moralitas agar ilmu yang diperoleh tidak disalahgunakan.

“Kecerdasan tanpa integritas dapat kehilangan arah, dan keahlian tanpa moral dapat disalahgunakan. Integritas adalah kesatuan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Jadilah penggagas dan penggerak perubahan,” tuturnya.

Inspirasi juga datang dari perwakilan IKALUIN, Syukri Rahmatullah, M.I.Kom. Alumni Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) yang kini menjabat sebagai Pemimpin Redaksi BeritaSatu.com tersebut membagikan kisah perjalanannya di dunia kerja. Ia mengingatkan untuk menghadapi tantangan lapangan dunia kerja, Syukri menekankan pentingnya memiliki prinsip untuk terus berkembang sebesar satu persen setiap harinya serta berani melangkah keluar dari zona nyaman.

“Saya menjaga betul integritas dan nama baik UIN Jakarta serta almamater tempat saya menimba ilmu. Dulu IPK saya tidak tinggi dan saya bukan mahasiswa yang populer. Namun, prinsip perbaikan satu persen terus saya terapkan hingga bisa menyelesaikan S2 dengan predikat cumlaude,” ungkap Syukri.

Ia juga berpesan agar para lulusan baru tidak pasif dalam mencari peluang kerja, serta mampu menciptakan lapangan kerja baru.

“Ketika lulus, terus tingkatkan hard skill dan soft skill. Ketuklah tiap-tiap pintu untuk membuka jaringan. Jika semua itu belum membuka jalan, ciptakanlah pekerjaan sendiri. Saya berharap lulusan hari ini tidak hanya menjadi job seeker, tetapi juga job creator,” tambahnya.

Syukri menyebut almamater UIN Jakarta dapat membentuk karakter dan arah hidupnya, meskipun perjalanan kariernya terbilang unik dari latar belakang pendidikannya.

“Saya ini contoh orang yang tersesat di jalan yang benar. Lulusan hukum biasanya menjadi hakim atau advokat, tetapi saya tersesat menjadi wartawan. Kuncinya adalah terus bergerak. Kita tidak akan pernah terbentuk jika tidak pernah terbentur. Selama di kampus, jangan hanya kuliah-pulang, tetapi berorganisasilah dan ikuti berbagai kegiatan untuk mengasah diri,” jelasnya.

Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Rektor UIN Jakarta Nomor 516 Tahun 2026 yang mengumumkan empat wisudawan terbaik dari masing-masing fakultas. Wisudawan terbaik tersebut yakni berasal dari FU, wisudawan dengan IPK 3,97, Muhammad Khoirurrozikin, dan FEB, Perbankan Syariah dengan IPK 3,97, A Sayyidul Afkar. Selanjutnya kembali berasal dari FU, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dengan IPK 3,96, Khaerul Umam. Terakhir, cumlaude FIKES, Farmasi, IPK 3,92, Nurul Hidayah.

Selain itu, rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Alumni Magazine, pemindahan kuncir toga oleh dekan dan wakil dekan masing-masing fakultas, serta pembacaan Prasetya Sarjana.

Adapun, wisudawan terbaik, FIKES, Farmasi UIN Jakarta dengan IPK 3,92, Nurul Hidayah menceritakan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari keaktifannya mengikuti komunitas penerima beasiswa bernama Paguyuban KSE Jakarta dan pengalaman magang di Indonesian Pharmacist Youth Group (IYPG) DKI Jakarta, di samping perjuangan akademisnya menuntaskan skripsi dengan metode penelitian eksperimental yang terbilang baru di Indonesia.

“Tantangan terbesar selama kuliah adalah saat penelitian skripsi. Karena menggunakan metode dan hewan uji yang baru di bidang farmasi, saya harus melewati proses trial and error. Namun berkat dukungan dosen pembimbing, penelitian tersebut berhasil diselesaikan. Saat ini saya langsung melanjutkan ke Pendidikan Profesi Apoteker,” ujarnya.

Sebagai penutup rangkaian pengukuhan, seluruh wisudawan mengucapkan ikrar Prasetya Sarjana yang dipimpin oleh wisudawan terbaik FU, Khaerul Umam.

“Sebagai sarjana muslim, kami akan patuh dan setia melaksanakan ajaran-ajaran Islam dan selalu sadar akan tanggung jawab kami terhadap kesejahteraan umat, masa depan bangsa, dan negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” tegas para wisudawan.

Di samping itu, pelaksanaan Wisuda ke-141 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini masih akan berlanjut untuk sesi berikutnya pada Sabtu–Ahad (12–13/09/2026) mendatang di Kampus I UIN Jakarta.

Saksikan selengkapnya prosesi Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktoral ke-141 pada Minggu (06/08/2026) melalui kanal YouTube resmi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berikut ini: