Hampir 95% Wisudawan UIN Jakarta Berminat Lanjut S2-S3, Bukti Tingginya Semangat Tingkatkan Daya Saing
Jakarta, Beita UIN Online - Keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi ternyata sangat kuat di kalangan wisudawan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hasil survei terbaru menunjukkan hampir seluruh responden memiliki minat untuk melanjutkan studi ke program magister (S2) maupun doktor (S3).
Survei melalui laman Instagram resmi @uinjktofficial yang melibatkan 164 wisudawan ini mencatat sebanyak 62,2% responden menyatakan pasti akan melanjutkan studi, sementara 32,9% lainnya masih mempertimbangkan. Hanya 4,9% responden yang menyatakan tidak berminat melanjutkan pendidikan.
Artinya, secara keseluruhan hampir 95% wisudawan UIN Jakarta masih memiliki ketertarikan terhadap studi lanjut sebagai bagian dari pengembangan diri dan peningkatan kompetensi.
Temuan ini menunjukkan bahwa lulusan UIN Jakarta memiliki kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya pendidikan sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Studi lanjut tidak lagi dipandang sekadar sebagai pilihan akademik, tetapi juga sebagai investasi masa depan untuk memperkuat kapasitas profesional dan memperluas peluang karier.
Tak hanya itu, survei ini juga mengungkap adanya perubahan tren peminatan program studi. Jika selama ini program berbasis keagamaan kerap menjadi pilihan utama, kini minat wisudawan mulai mengarah pada bidang-bidang multidisiplin yang dinilai relevan dengan perkembangan zaman.
Program Magister Psikologi menjadi yang paling diminati dengan 20 peminat. Posisi berikutnya ditempati Magister Teknologi Informasi dengan 13 peminat dan Magister Manajemen Pendidikan Islam dengan 12 peminat. Sementara itu, program Magister Pendidikan Agama Islam dan Magister Manajemen masing-masing menarik minat 10 responden.
Kecenderungan tersebut menunjukkan bahwa lulusan UIN Jakarta semakin adaptif dalam membaca kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri. Pilihan studi tidak hanya didasarkan pada latar belakang keilmuan sebelumnya, tetapi juga mempertimbangkan prospek karier serta peluang pengembangan kompetensi di masa depan.
Soal alasan melanjutkan studi, faktor karier menjadi pertimbangan utama. Sebanyak 104 responden mengaku memilih program studi berdasarkan prospek pekerjaan dan peluang karier yang lebih baik. Selain itu, keinginan memperdalam ilmu dari bidang yang telah dipelajari serta cita-cita menjadi akademisi, dosen, atau peneliti juga menjadi motivasi penting bagi para lulusan.
Meski demikian, survei menemukan bahwa tingginya minat tersebut masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Mayoritas responden mengaku membutuhkan informasi yang lebih luas terkait program beasiswa, termasuk LPDP dan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama.
Sebanyak 142 responden menginginkan sosialisasi beasiswa, sementara 90 responden membutuhkan pelatihan TOEFL, TOAFL, dan Tes Potensi Akademik (TPA) sebagai persiapan studi lanjut.
Di sisi lain, faktor ekonomi masih menjadi kendala utama. Sebanyak 71 responden menyebut biaya pendidikan sebagai hambatan untuk melanjutkan studi, sedangkan sebagian lainnya memilih langsung bekerja atau berwirausaha setelah lulus.
Bagi UIN Jakarta, hasil survei ini menjadi sinyal positif bahwa budaya akademik dan semangat belajar sepanjang hayat terus tumbuh di kalangan lulusannya. Tingginya minat studi lanjut juga menjadi peluang besar bagi pengembangan program pascasarjana yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program magister UIN Jakarta, calon mahasiswa baru dapat mengakses pada laman https://uinjkt.ac.id/id/program-magister.
(Rilis Pusat Informasi dan Humas)