Hablum minal Alam: Mahasiswa UIN Jakarta Suarakan Aksi Iklim dan Inovasi Kelola Sampah
Ruang Diorama, Berita UIN Online - Isu krisis iklim bukan lagi sekadar narasi global, melainkan realitas yang sangat terasa di pelataran kampus Ciputat. Menanggapi fenomena suhu ekstrem, data dari PBB di bidang lingkungan mencatat bahwa tahun 2024 merupakan tahun terpanas dengan kenaikan suhu rata-rata global mencapai 1,55°C. Secara lokal, Ciputat di Tangerang Selatan secara faktual menjadi salah satu daerah dengan suhu tertinggi di Indonesia.
Merespons kondisi tersebut, DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa) bekerja sama dengan 2030 YouthForce Indonesia menggelar seminar bertajuk "Hablum Minal Alam: Islam dan Aksi Orang Muda" di Ruang Diorama, Senin (27/4/2026). Acara yang merupakan bagian dari YouthForce SDGs Roadshow ini bertujuan memberikan edukasi serta advokasi kepada 100 mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengenai urgensi krisis lingkungan.
Gevin, Project Officer program ASASI dari 2030 YouthForce Indonesia, menyoroti urgensi keterlibatan mahasiswa UIN mengingat lokasi kampus yang sangat dekat dengan titik permasalahan sampah di Tangerang Selatan. Berdasarkan hasil riset, hanya 20% penduduk Indonesia yang menganggap krisis iklim sebagai ancaman serius, sementara 80% sisanya masih menganggap hal tersebut sebagai fenomena biasa.
"Sampah adalah salah satu limbah yang menambah emisi karbon dan memperparah krisis iklim. Sebagai agen perubahan, mahasiswa harus mampu membuang kebiasaan lama yang buruk dan menggantinya dengan inovasi yang lebih baik," tegas Gevin.
Inovasi Pengolahan Sampah: Dari Rumah ke Industri
Seminar ini juga membedah berbagai inovasi praktis yang dapat diadopsi oleh mahasiswa dan masyarakat, di antaranya:
- Pengolahan Jelantah: Mengubah minyak goreng bekas menjadi lilin aromaterapi atau sabun cair untuk mencegah pencemaran saluran air dan lingkungan.
- Teknologi Maggot: Menggunakan larva Hermetia illucens atau lalat tentara hitam untuk mengurai sampah organik secara efektif, yang kemudian dapat diproses menjadi pupuk hingga bahan pangan bernilai ekonomi.
- Digitalisasi Manajemen Sampah: Pemanfaatan aplikasi digital oleh perusahaan seperti Reposistem, Duity, dan Armada Kemasan untuk lokalisasi serta penjemputan sampah terpilah langsung dari rumah.
- Material Recovery Facility (MRF): Inovasi proses pemilahan sampah otomatis menggunakan teknologi optical sorting, magnet, dan eddy current untuk memisahkan material secara cepat dalam volume besar.
Penutupan tempat pembuangan sampah akibat kapasitas yang penuh, seperti yang terjadi pada TPA Cipecang pada akhir 2025, menjadi momentum pengingat bagi sivitas akademika untuk lebih sadar terhadap pengelolaan limbah. Perubahan paradigma sangat diperlukan, material hanya menjadi "sampah" jika tercampur, namun menjadi "sumber daya" jika dipilah.
Sebagai penutup, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen DEMA FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam memperkuat peran mahasiswa terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada pilar lingkungan dan keberlanjutan. Melalui kolaborasi strategis antara organisasi mahasiswa, komunitas edukasi, dan mitra internasional, diharapkan tercipta sinergi aksi yang mampu memberikan dampak luas. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kolektif institusi untuk mendorong terciptanya ekosistem kampus berkelanjutan demi menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang.
(Irfan Mufid/Khoirillah/Zaenal M./Arifin Ilham)
