Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI: UIN Jakarta Tekankan Pentingnya Merawat Keberagaman

Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI: UIN Jakarta Tekankan Pentingnya Merawat Keberagaman

Khairudzakirin Naswa Iqwalia
Tim Redaksi PIH UIN Jakarta

Ruang Diorama, Berita UIN Online – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui Badan Kajian Aksi Strategis bekerja sama dengan Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Jakarta memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai nilai kebangsaan dan demokrasi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Gagasan tersebut dipaparkan pada acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan tema “Meneguhkan Identitas Kebangsaan dan Peran Strategis Generasi Muda dalam Demokrasi Indonesia” di Ruang Diorama, Kamis (24/9/2026).

Acara tersebut turut menghadirkan Ketua Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI, Taufik Basari, S.H., S.Hum., LL.M., selaku pembicara utama, Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, S.Fil., M.Si., sebagai keynote speaker via daring, Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta, serta sejumlah mahasiswa dari berbagai fakultas.

Dalam pemaparannya, Ketua Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI, Taufik Basari, mengibaratkan Empat Pilar MPR RI dengan sebuah bangunan. Ia menganalogikan Indonesia sebagai rumah besar yang dihuni masyarakat dengan berbagai latar belakang. Dalam analogi tersebut, Pancasila menjadi fondasi, sedangkan UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI menjadi pilar yang menopangnya.

“Indonesia ini adalah sebuah rumah besar yang dihuni oleh banyak orang dengan beragam latar belakang. Kita sudah memiliki fondasi dasarnya, apabila pilar-pilar ini rusak, maka bangunan ini bisa runtuh dan menimpa kita semua,” terangnya

Taufik juga menyoroti bahwa keberagaman masyarakat Indonesia merupakan bagian penting dari pemaknaan Bhinneka Tunggal Ika. Masyarakat Indonesia, tambahnya, hidup dalam perbedaan suku, bahasa, agama, adat istiadat, dan budaya, tetapi seluruh keberagaman tersebut berada dalam satu payung Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia berpendapat bahwa keberagaman tersebut tidak berarti harus menyeragamkan seluruh perbedaan, melainkan menerima dan menghormatinya dalam kehidupan bersama.

“Kita memang beragam, tidak bisa dipaksakan untuk menjadi sama, namun kita menerima dan menghormati perbedaan itu untuk hidup berdampingan,” katanya.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya mengajak mahasiswa merefleksikan kembali identitas keindonesiaan sebagai sesuatu yang perlu terus dirawat. Menurutnya, keberadaan Indonesia sebagai sebuah bangsa tidak semestinya dipandang sebagai sesuatu yang selesai, tetapi perlu terus diperbarui melalui cita-cita dan kehidupan bersama.

“Menjadi Indonesia itu bukanlah suatu hal yang final, melainkan harus terus-menerus diperbarui,” ujar Willy.

Selain diisi dengan pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyampaikan pertanyaan dan tanggapan terkait materi Empat Pilar MPR RI. Setelah itu acara dilanjutkan dengan sesi dokumentasi dan penutup.

Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai nilai-nilai kebangsaan dan demokrasi yang tercermin dalam Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.