FISIP UIN Jakarta Matangkan Persiapan Akreditasi LAMSPAK melalui Pertemuan Gabungan Tim S1 dan S2 Sosiologi

FISIP UIN Jakarta Matangkan Persiapan Akreditasi LAMSPAK melalui Pertemuan Gabungan Tim S1 dan S2 Sosiologi

FISIP, Berita UIN Online — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar pertemuan tim akreditasi gabungan Program Studi S1 dan S2 Sosiologi di Ruang Rapat Prof. Dr. Bahtiar Effendy, Lantai 1 FISIP UIN Jakarta, pada Selasa (20/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan pengajuan akreditasi Program Studi Sosiologi FISIP ke Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK).

Pertemuan tersebut diikuti oleh 14 anggota tim akreditasi, yang terdiri atas 7 anggota tim akreditasi S1 Sosiologi dan 7 anggota tim akreditasi S2 Sosiologi. Hadir dalam kegiatan ini perwakilan Gugus Jaminan Mutu (GJM) FISIP UIN Jakarta, Eska Dwi Payana, S.Sos., M.A., Ketua Program Studi S1 Sosiologi, Dr. Joharotul Jamilah, M.Si., serta Ketua Program Studi S2 Sosiologi, Ahmad Abrori, M.Si., Ph.D.. Pertemuan ini juga melibatkan staf Tata Usaha dan perwakilan mahasiswa.

Pertemuan ini merupakan pertemuan kedua dalam rangkaian persiapan akreditasi, dengan fokus utama pada pembahasan 11 poin dalam Formulir Evaluasi Diri (FED) yang menjadi dokumen kunci dalam proses akreditasi LAMSPAK. Meskipun pengajuan akreditasi dilakukan secara terpisah oleh Prodi S1 dan S2 Sosiologi, koordinasi dilakukan secara terpadu untuk memastikan keselarasan mutu dan tata kelola akademik.

Dalam pengantarnya, Eska Dwi Payana menekankan pentingnya kedisiplinan waktu dan ketepatan dalam penyusunan dokumen akreditasi.

“Kami berharap penyiapan dokumen dan pengisian Formulir Evaluasi Diri ini dapat diselesaikan sebelum memasuki bulan Ramadan tahun ini, sehingga proses pengajuan ke LAMSPAK dapat berjalan sesuai target,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Joharotul Jamilah menyampaikan bahwa koordinasi tim akan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan.

“Minggu depan akan ada pertemuan lanjutan, dan selanjutnya akan dilakukan secara rutin setiap pekan agar seluruh dokumen dapat dirampungkan tepat waktu,” jelasnya.

Sementara itu, Ahmad Abrori menyoroti tantangan teknis dalam proses akreditasi, khususnya terkait konsistensi antara narasi dan dokumen pendukung.

“Dokumen yang dibutuhkan sangat banyak dan menuntut ketelitian tinggi. Kesesuaian antara narasi dalam laporan dan bukti pendukung menjadi kunci penting agar tidak terjadi ketidaksinkronan,” ungkapnya.

Melalui koordinasi lintas jenjang ini, Tim Akreditasi S1 dan S2 Sosiologi FISIP UIN Jakarta menargetkan perolehan akreditasi unggul dari LAMSPAK, sekaligus memperkuat budaya mutu, tata kelola akademik, dan akuntabilitas institusi di lingkungan program studi.

(Rilis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik)