FISIP UIN Jakarta Dukung Optimalisasi Wakaf MUI untuk Kesejahteraan Umat
Auditorium Prof. Bahtiar Effendy, Berita UIN Online - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Temu Alumni bertajuk "Transformasi Wakaf Produktif untuk Pemberdayaan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial". Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengelolaan wakaf Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam mengembangkan pemberdayaan ekonomi demi kesejahteraan umat. Dilaksanakan di Auditorium Prof. Bahtiar Effendy, Rabu (28/10/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan MUI. Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.A., Ketua Lembaga Wakaf MUI. Dr. K.H. Ahmad Zayadi, M.Pd., Sekretaris Lembaga Wakaf MUI sekaligus Ketua pelaksana kegiatan Temu Alumni FISIP Jakarta dan Sosialisasi Program Wakaf Produktif MUI. Ir. H. Andi Yudi Hendriawan, MTR, CWC., Dekan FISIP UIN Jakarta, Prof. Dr. Dzuriyatun Toyibah, M.Si., M.A., Ketua Program Studi Sosiologi UIN Jakarta, Dr. Joharotul Jamilah S.Ag., M.Si., Ketua Ikatan Alumni FISIP UIN Jakarta Adriansyah, M.A. dan mahasiswa aktif FISIP UIN Jakarta dari semester tiga, lima, dan tujuh. Pertemuan ini juga menghadirkan narasumber utama yaitu Wakil Ketua Pengembangan Wakaf Uang Lembaga Wakaf MUI. H. Ahmad Iskandar Zulkarnaen, Wakil Ketua Bidang Wakaf Produktif Lembaga Wakaf MUI. Guntur Subagja Mahardika, M. Si, dan Wakil Ketua Bidang Organisasi Sumber Daya Manusia Digitalisasi Lembaga Wakaf MUI. H. Imam Marsudi, M. A.
Dalam sambutannya, Prof. Dzuriyatun menyoroti besarnya potensi wakaf di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, pengembangan wakaf produktif perlu diarahkan pada pemanfaatan nyata yang mampu mendukung kesejahteraan masyarakat, bukan hanya menjadi wacana akademik.
“Potensi wakaf kita saat ini mencapai Rp180 triliun, namun baru dimanfaatkan sekitar seperenamnya. Harapan kita wakaf produktif ini akan menjadi manifest, tidak sekadar lagi tataran teoretis, tapi menjadi running vest yang nyata bagi kesejahteraan umat,” ungkapnya.
Ketua Lembaga Wakaf MUI, Ahmad Zayadi, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan FISIP UIN Jakarta merupakan langkah penting untuk memperluas jejaring dalam mengembangkan program wakaf. Menurutnya, kerjasama antarlembaga menjadi fondasi agar pengelolaan wakaf dapat menjangkau lebih banyak pihak dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Lembaga Wakaf MUI merasa sangat bangga berkolaborasi dengan FISIP UIN Jakarta karena ini menjadi bagian dari upaya kita untuk membangun jejaring. Bagi kami Lembaga Wakaf MUI tidak ada artinya apabila tidak mempunyai jejaring dalam mewujudkan kebermanfaatan umat,” jelas Ahmad Zayadi.
Sekretaris Lembaga Wakaf MUI Andi Yudi, menambahkan bahwa wakaf produktif memiliki peran strategis dalam memperluas manfaat sosial dan membantu mengatasi kemiskinan. Pengelolaan wakaf tidak cukup berhenti pada penghimpunan aset, tetapi perlu diarahkan pada kegiatan produktif yang memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
“Wakaf produktif inilah yang akan menjadi tulang punggung bagi wakaf di Indonesia untuk bisa lebih banyak meretas kemiskinan dan memberikan lebih banyak manfaat pada umat manusia,” tuturnya.
Pengembangan wakaf produktif juga berkaitan dengan peningkatan literasi masyarakat mengenai wakaf uang. Minimnya pemahaman tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya edukasi publik agar masyarakat memahami bahwa wakaf uang bukan sekadar bentuk ibadah individual, tetapi sebagai tanggung jawab moral bagi sesama. Melalui inovasi pengelolaan, integrasi aset wakaf, serta pemanfaatan teknologi digital, wakaf diharapkan mampu menghasilkan manfaat yang terukur dan berkelanjutan. FISIP UIN Jakarta mendukung penuh agar Aset wakaf yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat dikelola secara produktif dan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas demi terwujudnya pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan umat.
