FISIP UIN Jakarta dan SMRC Gelar Diskusi Publik tentang Kepemimpinan Nasional Menuju 2029
Ciputat, Berita UIN Online– Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menggelar diskusi publik dan rilis hasil survei bertajuk “Kepemimpinan Nasional Demokratik-Transformatif 2029: Studi Evaluasi Opinion Leader” pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan berlangsung di Auditorium Prof. Bahtiar Effendy, Kampus II FISIP UIN Jakarta, Ciputat Timur.
Diskusi ini membahas persepsi kalangan akademisi, ilmuwan, dan jurnalis terhadap kualitas kepemimpinan sejumlah tokoh nasional berdasarkan studi opinion leader yang dilakukan SMRC pada September 2026. Hasil survei dipaparkan oleh pendiri SMRC, Prof. Dr. Saiful Mujani, M.A.
Dalam pemaparannya, Saiful menjelaskan penilaian responden terhadap 31 tokoh nasional berdasarkan sejumlah indikator kepemimpinan demokratik-transformatif. Indikator tersebut meliputi kapabilitas atau kompetensi, empati, integritas, akseptabilitas, sikap pluralis-inklusif, kemampuan memimpin, serta komitmen terhadap demokrasi dan kesejahteraan umum.
Berdasarkan hasil survei yang dipaparkan, Mahfud MD memperoleh skor rata-rata 7,6 pada skala 0–10. Sementara itu, Dedi Mulyadi dan sejumlah tokoh lainnya memperoleh skor 7,0. Adapun Prabowo Subianto memperoleh skor 5,1, sedangkan Gibran Rakabuming Raka memperoleh skor 4,4.
Pada indikator tertentu, terdapat variasi penilaian di antara para tokoh. Mahfud MD, misalnya, memperoleh skor 7,9 untuk komitmen terhadap demokrasi dan 7,7 untuk sikap pluralis-inklusif. Sementara itu, Dedi Mulyadi memperoleh skor 7,1 pada indikator empati, 7,2 pada sikap pluralis-inklusif, dan 7,3 pada kemampuan memimpin.
Adapun pada indikator komitmen terhadap profesionalisme TNI dan Polri, Prabowo Subianto memperoleh skor 4,2. Sementara itu, Gibran Rakabuming Raka memperoleh skor 3,7 pada indikator kapabilitas atau kompetensi. Perbedaan skor tersebut menunjukkan variasi penilaian responden terhadap masing-masing tokoh berdasarkan indikator yang digunakan dalam penelitian.
Survei ini melibatkan 200 responden, yang terdiri atas 166 akademisi atau ilmuwan dari berbagai bidang dan 34 jurnalis. Para responden diminta menilai 31 tokoh nasional menggunakan skala 0–10. Pemilihan responden dilakukan dengan teknik snowball sampling, mengingat tidak tersedia daftar populasi opinion leader secara nasional.

Dengan metode tersebut, hasil survei bersifat deskriptif dan menggambarkan penilaian responden yang terlibat. Hasilnya tidak dapat digeneralisasi sebagai representasi seluruh populasi opinion leader di Indonesia.
Diskusi publik ini menempatkan isu kepemimpinan nasional dalam kerangka demokratik-transformatif, yakni kepemimpinan yang tidak hanya berkaitan dengan kualitas personal, tetapi juga komitmen terhadap demokrasi, sikap inklusif, integritas, serta kemampuan mendorong perubahan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, FISIP UIN Jakarta dan SMRC menghadirkan ruang akademik untuk mendiskusikan hasil evaluasi kepemimpinan nasional sekaligus memperluas pemahaman publik mengenai berbagai kriteria kepemimpinan dalam menghadapi dinamika politik Indonesia menuju 2029. (Riani/Zm)
