FIKES UIN Jakarta Kukuhkan 81 Ners Baru, Tegaskan Komitmen Tenaga Kesehatan Berintegritas
Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online – Program Studi Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Pelantikan dan Angkat Sumpah Ners Ke-XX di Auditorium Harun Nasution, Rabu (16/09/2026). Sebanyak 81 lulusan Profesi Ners resmi dilantik dan mengikrarkan sumpah profesinya dengan khidmat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Ahmad Tholabi, S.Ag., S.H., M.H., M.A., Dekan FIKES, Prof. Dr. apt. Zilhadia, M.Si., Ketua Program Studi Profesi Ners, Maftuhah, M.Kep., Ph.D., serta Ketua DPW PPNI Tangerang Selatan, Karyadi, M.Kep., Ph.D., yang hadir mewakili DPW PPNI Banten. Turut hadir perwakilan Rumah Sakit Fatmawati, Ns. Purnamasari, S.Kep., serta jajaran pimpinan puskesmas dan klinik jejaring.
Prosesi diawali dengan pengucapan lafal Sumpah Profesi Ners yang dipandu oleh pihak program studi, diikuti oleh seluruh peserta, dan dilanjutkan dengan penandatanganan berkas sumpah secara simbolis.
Dalam amanatnya, Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. Ahmad Tholabi menekankan pentingnya menjaga integritas spiritual dan intelektual dalam menjalankan profesi keperawatan.
"Para Ners yang saya banggakan, ketika Saudara meninggalkan ruangan ini, bawalah dua bekal yang tidak boleh dipisahkan: nalar yang tajam dan hati yang terjaga," tutur Prof. Tholabi.
Ia juga mendoakan agar setiap jam jaga para lulusan bernilai amal ibadah dan tangan mereka menjadi jalan kesembuhan bagi pasien.
Dekan FIKES UIN Jakarta, Prof. Dr. apt. Zilhadia, M.Si., menyampaikan rasa bangga atas 81 Ners baru ini. Menurutnya, angkatan ini memiliki rekam jejak perjuangan yang luar biasa karena memulai masa perkuliahan di tengah puncak pandemi COVID-19 pada rentang 2020–2021.
“Lima tahun lalu mereka melihat wajah dosennya melalui layar Zoom. Hari ini, setelah melalui berbagai suka dan duka, FIKES UIN Jakarta mempersembahkan mereka untuk membangun dunia kesehatan Indonesia dan global. Kebanggaan gelar ini harus ber-impact signifikan terhadap pembangunan bangsa dan kemanusiaan,” tegasnya.
Menjawab tantangan kemajuan teknologi medis, Ketua Program Studi Profesi Ners, Maftuhah, M.Kep., Ph.D., memastikan para lulusan telah memiliki kesiapan tinggi dalam mengadopsi digitalisasi kesehatan.
“Jika ditanya kesiapan lulusan baru kami tentang digitalisasi, saya bisa jawab siap. Proses belajar kami sudah bertransformasi dari hard copy ke soft copy serta memanfaatkan berbagai digital resources berbasis daring. If we are asked whether we are ready or not, we are quite ready," jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPW PPNI Tangsel, Karyadi, M.Kep., Ph.D., mengajak para lulusan untuk bergabung dan aktif di wadah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Selain berperan sebagai pelindung dan pendampingan hukum termasuk edukasi etika medis di media sosial PPNI juga menjadi jembatan karier internasional.
“Profesi perawat adalah salah satu profesi yang sangat berpeluang mengharumkan nama bangsa di kancah dunia. Peluang kerja luar negeri sangat terbuka lebar. Seperti baru-baru ini, kami menerima kunjungan delegasi Pemerintah Prefektur Yokohama, Jepang, yang membawa langsung jajaran pemilik rumah sakit untuk menjajaki kerjasama,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar para lulusan baru bijak dan berhati-hati dalam menjaga privasi pasien saat beraktivitas di media sosial seperti TikTok dan Instagram.
Rangkaian acara Pelantikan dan Angkat Sumpah Ners Ke-XX diakhiri dengan doa bersama, penyerahan penghargaan, serta sesi foto bersama seluruh sivitas akademika dan tamu undangan.
