FIKES UIN Jakarta Hadirkan Profesor Filipina, Perkuat Kolaborasi Akademik dan Riset Farmasi

FIKES UIN Jakarta Hadirkan Profesor Filipina, Perkuat Kolaborasi Akademik dan Riset Farmasi

Gedung Fikes, Berita UIN Online– Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menghadirkan Prof. Florencio V. Arce Jr., RPh, MSc, PhD, SRPharmS, dari University of San Carlos, Filipina, melalui program International Adjunct Professor yang berlangsung pada 18–25 Oktober 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya FIKES UIN Jakarta memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, dan publikasi ilmiah melalui kolaborasi akademik internasional.

Kedatangan Profesor Florencio sendiri disambut langsung Dekan FIKES UIN Jakarta, Prof. Dr. apt. Zilhadia, M.Si. Bersama jajaran pimpinan fakultas, dosen, dan tenaga kependidikan, Dekan Zilhadia menyambut langsung kehadiran Prof. Florencio pada Senin (19/10/2026) di Ruang Rapat Utama (RRU) Gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Jakarta.

Dalam sambutannya, Prof. Zilhadia menyampaikan apresiasi atas kesediaan Prof. Florencio untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman akademik dengan sivitas akademika FIKES UIN Jakarta. Menurutnya, kehadiran profesor menjadi kesempatan penting bagi sivitas Fikes UIN Jakarta untuk memperluas wawasan internasional sekaligus memperkuat kompetensi akademik di bidang farmasi.

“Selamat datang kepada Prof. Florencio V. Arce Jr. di FIKES UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kami menyambut baik kehadiran beliau sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi akademik internasional. Kami berharap program ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik dalam pendidikan serta penelitian farmasi,” ujar Prof. Zilhadia.

Ia menambahkan, program International Adjunct Professor tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa melalui pembelajaran langsung bersama akademisi internasional, tetapi juga membuka peluang pengembangan kapasitas dosen dalam penelitian, penulisan artikel ilmiah, dan publikasi pada jurnal bereputasi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong mahasiswa agar memiliki wawasan yang lebih luas tentang perkembangan ilmu farmasi global. Bagi dosen, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kualitas riset, meningkatkan kemampuan menyusun proposal penelitian yang kompetitif, serta mengembangkan kolaborasi akademik yang berkelanjutan,” tambahnya.

1200-x-628---2026-10-19t111038957

Perkuat Kompetensi Akademik di Bidang Farmasi
Sesuai informasi dari Fikes UIN Jakarta, selama program berlangsung, Prof. Florencio dijadwalkan terlibat dalam sejumlah agenda akademik yang dirancang untuk memperkaya kompetensi mahasiswa pada jenjang sarjana hingga magister. Kegiatan mencakup kuliah tamu, kuliah umum, lokakarya, serta sesi akademik khusus yang membahas perkembangan teknologi dan penelitian farmasi.

Pada Senin (19/10/2026), kegiatan diawali dengan kuliah tamu bertajuk Compounding and Dispensing serta lokakarya Trans-Eyelid Drug Delivery. Selanjutnya, pada Selasa (20/10/2026), peserta mengikuti kuliah tamu mengenai Semi-Solid Dosage Form Technology.

Pada Rabu (21/10/2026), agenda dilanjutkan dengan kuliah umum bertema Writing a Competitive Research Proposal serta pembahasan khusus mengenai Generic VCO-Based Nanostructured Lipid Carriers for Skin Delivery. Sementara itu, pada Kamis (22/10/2026), Prof. Florencio dijadwalkan menyampaikan kuliah umum mengenai dasar-dasar farmasi melalui topik Basic Pharmaceutics.

Rangkaian kegiatan akademik berlanjut pada Sabtu (24/10/2026) melalui Master of Pharmacy Special Sessions yang ditujukan untuk mendukung penguatan kompetensi akademik mahasiswa Program Magister Farmasi.

Dorong Riset dan Publikasi Ilmiah
Selain kegiatan pembelajaran, program ini mencakup sejumlah agenda untuk mendukung peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah. Agenda tersebut meliputi supervisi penelitian (Research Supervision Session), telaah manuskrip bersama dosen fakultas (Faculty Manuscript Reviews), klinik pengajuan manuskrip (Manuscript Submission Clinic), pertemuan kolaborasi akademik (Academic Collaboration Meeting), serta pendampingan riset dan publikasi (Research and Publication Mentoring).

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, dosen dan mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mendiskusikan pengembangan gagasan penelitian, memperbaiki kualitas penulisan ilmiah, serta memahami strategi penyusunan dan pengajuan manuskrip ke jurnal akademik. Interaksi langsung dengan profesor internasional juga diharapkan dapat membuka peluang penelitian bersama dan memperluas jejaring akademik lintas negara.

Program ini sekaligus menjadi sarana untuk mempertemukan perspektif keilmuan dan pengalaman akademik dari lingkungan pendidikan tinggi yang berbeda. Dengan demikian, manfaatnya tidak terbatas pada transfer pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga mencakup penguatan budaya riset dan pengembangan kemitraan internasional.

Melalui program International Adjunct Professor, FIKES UIN Jakarta terus mendorong terwujudnya lingkungan akademik yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan global. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan, memperkuat kualitas penelitian, dan mendorong lahirnya inovasi di bidang kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

(Julia Herniwati/ZM)