Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta Lepas Delegasi Ushuluddin Goes International 2026 ke Thailand

Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta Lepas Delegasi Ushuluddin Goes International 2026 ke Thailand

Ciputat – Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta secara resmi melepas 23 mahasiswa yang tergabung dalam program Ushuluddin Goes International (UGI) 2026 melalui Official Send-Off Ceremony yang digelar di Meeting Room Fakultas Ushuluddin, Senin (29/6/2026). Para delegasi dijadwalkan mengikuti rangkaian program internasional di Thailand pada 5–26 Juli 2026 yang meliputi pengabdian masyarakat, pertukaran budaya, serta konferensi akademik internasional.

Kegiatan pelepasan dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Jakarta Ali Munhanif, M.A., Ph.D., Dekan Fakultas Ushuluddin Prof. Ismatu Ropi, M.A., Ph.D., beserta jajaran pimpinan fakultas. Turut hadir pula Plh. Deputi Pelayanan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Dr. Ir. Hendro Wicaksono, M.Sc.Eng., Kasubdirektorat Sarana, Prasarana, dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Papay Supriatna, S.S., M.Pd., serta Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Ani Nigeriawati, S.Sos., M.A.

Dalam sambutannya, Ali Munhanif menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Ushuluddin Goes International 2026 sebagai langkah strategis dalam memperkuat internasionalisasi mahasiswa UIN Jakarta. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan pengalaman akademik di tingkat global, tetapi juga menjadi ruang pengembangan kepemimpinan, jejaring internasional, dan penguatan karakter mahasiswa.

Ia berpesan agar seluruh delegasi menjaga nama baik almamater dan bangsa Indonesia selama mengikuti program di Thailand. “Jadilah representasi terbaik UIN Jakarta dan Indonesia. Tunjukkan nilai-nilai keislaman yang moderat, sikap profesional, serta semangat belajar yang tinggi. Pulanglah dengan membawa pengalaman, jejaring, dan pengetahuan yang bermanfaat bagi kampus maupun masyarakat,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ushuluddin Prof. Ismatu Ropi menyebut Ushuluddin Goes International sebagai program internasional pertama yang lahir dari Fakultas Ushuluddin. Menurutnya, inisiatif tersebut mencerminkan keberanian mahasiswa untuk menghadirkan inovasi sekaligus memperluas kiprah fakultas di tingkat global.

Ia berharap program ini tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan semata, tetapi berkembang menjadi tradisi akademik yang membuka semakin banyak peluang kolaborasi internasional bagi mahasiswa Fakultas Ushuluddin.

Lebih jauh, Guru Besar Perbandingan Agama ini berharap melalui program ini, Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berharap dapat memperluas jejaring internasional, meningkatkan kontribusi akademik dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkenalkan Islam Indonesia yang moderat, damai, dan inklusif di tingkat global. Program ini juga diharapkan menjadi tonggak lahirnya tradisi internasionalisasi mahasiswa yang berkelanjutan di lingkungan Fakultas Ushuluddin.

Sementara itu, dalam sesi pembekalannya, Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Ani Nigeriawati mengingatkan pentingnya kesiapan generasi muda Indonesia dalam berinteraksi di panggung internasional. Ia menekankan bahwa setiap delegasi harus memahami identitas, kompetensi, dan nilai yang dibawa ketika mewakili Indonesia.

Menurutnya, mahasiswa yang mengikuti program internasional juga berperan sebagai duta budaya Indonesia. Karena itu, selain menunjukkan kemampuan akademik, mereka juga diharapkan mampu memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia, nilai-nilai toleransi, serta wajah Islam Indonesia yang damai dan inklusif kepada masyarakat dunia.

Sementara itu, Plh. Deputi Pelayanan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Hendro Wicaksono menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi generasi muda agar mampu menjadi pemimpin masa depan. Ia menilai kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, komunikasi global, dan kolaborasi lintas negara menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompetitif.

Pada kesempatan tersebut, Project Manager Ushuluddin Goes International 2026, Zahra Mustafida, melaporkan bahwa delegasi berjumlah 23 mahasiswa, terdiri atas 20 mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan tiga mahasiswa lintas program studi. Selama berada di Thailand, para peserta akan melaksanakan program pengabdian masyarakat di Pattani, mengikuti konferensi internasional, serta berbagai kegiatan akademik di Krirk University, Bangkok.

Zahra menjelaskan, Ushuluddin Goes International merupakan program yang digagas oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Tahun 2026 melalui Kabinet Evolusi di bawah kepemimpinan M. Zainin Nufus sebagai Ketua DEMA dan dirinya sebagai Wakil Ketua DEMA. Program tersebut berhasil diwujudkan melalui kolaborasi mahasiswa dan dukungan berbagai pihak.

Menutup laporannya, Zahra berharap UGI 2026 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu meninggalkan dampak yang berkelanjutan. "Kesuksesan sebuah program bukan hanya diukur dari kelancaran pelaksanaannya, tetapi juga dari nilai, pengalaman, dan dampak yang ditinggalkan. The Journey Begins bukan sekadar tema, melainkan komitmen kami untuk terus melangkah, bertumbuh, dan membawa Ushuluddin ke panggung dunia," ungkapnya.

(Pusat Informasi & Humas LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Tag :