Fakultas Dirasat UIN Jakarta Jadi Ruang Penguatan Kompetensi Bahasa Arab Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga
Ciputat, Berita UIN Online — Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memperkuat jejaring akademik ant perguruan tinggi melalui penyelenggaraan Sandwich Program bersama Program Magister Bahasa dan Sastra Arab (MBSA) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 2–3 November 2026. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk mengikuti proses pembelajaran dalam lingkungan akademik yang menggunakan bahasa Arab sekaligus memperluas pertukaran gagasan dalam kajian bahasa dan sastra Arab.
Ketua Program Studi MBSA UIN Sunan Kalijaga, Dr. Andi Holilulloh, M.A., menyampaikan apresiasi atas kesempatan belajar dan berdiskusi bersama sivitas akademika FDI. Menurutnya, program tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk mengenal atmosfer akademik berbahasa Arab secara langsung.
“Kami melihat Fakultas Dirasat Islamiyah memiliki lingkungan akademik yang sangat mendukung pengembangan kompetensi bahasa Arab karena seluruh proses belajar mengajar dilaksanakan menggunakan bahasa Arab. Ini menjadi pengalaman yang sangat penting bagi mahasiswa kami untuk merasakan atmosfer akademik berbahasa Arab secara langsung,” ujarnya.
Pada hari pertama, rombongan MBSA mengikuti kegiatan sit-in perkuliahan bersama mahasiswa Program Magister Dirasat Islamiyah Konsentrasi Bahasa Arab FDI. Dua sesi perkuliahan yang diampu Dr. Mohammad Syairozi Dimyathi, M.A., dan Dr. Saepul Anwar, M.A., berlangsung interaktif melalui diskusi, penyampaian pertanyaan, serta pertukaran pandangan akademik.
Salah satu sesi membahas mata kuliah Ilmu Lughah (Al-Lisaniyyat). Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa FDI mempresentasikan rancangan makalah penelitian yang tengah dikembangkan. Mahasiswa dan dosen MBSA turut memberikan masukan, perspektif metodologis, serta tanggapan untuk memperkaya pembahasan dan pengembangan penelitian.
Lingkungan akademik berbahasa Arab di FDI juga tercermin dalam berbagai aktivitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa. Selain menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar dalam kegiatan akademik, FDI mendorong penguasaan bahasa melalui kegiatan debat, pidato, pembacaan kitab, dan diskusi keilmuan. Salah satunya melalui Abqary Arabic Club yang mewadahi pengembangan keterampilan debat dan public speaking berbahasa Arab.
Penguatan kompetensi tersebut turut terlihat dari capaian mahasiswa FDI dalam berbagai kompetisi. Pada Oktober 2026, mahasiswa FDI meraih Juara I cabang Musabaqah Qira’atul Kutub dalam Festival Kebudayaan Arab 2026 di Universitas Gadjah Mada. Tiga mahasiswi FDI juga meraih Juara II Debat Bahasa Arab dalam Festival Bahasa dan Budaya Universitas Al-Azhar Indonesia. Capaian ini menunjukkan bahwa penguasaan bahasa Arab dikembangkan tidak hanya sebagai keterampilan komunikasi, tetapi juga sebagai instrumen untuk memahami literatur dan membangun argumentasi ilmiah.
Wakil Dekan Bidang Akademik FDI, Dr. Imam Sujoko, yang mewakili Dekan FDI, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai Sandwich Program menjadi bentuk kolaborasi akademik yang memberikan manfaat timbal balik bagi kedua institusi.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang pertukaran ilmu yang saling menguntungkan. Bukan hanya peserta dari UIN Sunan Kalijaga yang memperoleh manfaat, tetapi mahasiswa dan dosen kami juga dapat belajar dari pengalaman, gagasan, dan pandangan akademik yang dibawa oleh rombongan. Dengan demikian, semangat kolaborasi dan pengembangan keilmuan dapat tumbuh secara bersama-sama,” tuturnya.
Menurutnya, pertemuan akademik semacam ini penting untuk memperluas perspektif keilmuan, memperkaya pengalaman pembelajaran, serta membuka peluang kolaborasi dalam pendidikan dan penelitian. FDI juga terus mengembangkan jejaring akademik melalui kegiatan bersama perguruan tinggi lain, termasuk forum perkuliahan tamu dan pertukaran akademik di tingkat internasional.
Melalui Sandwich Program, Wadek Imam Sujoko menambahkan, FDI UIN Jakarta menegaskan perannya sebagai ruang pengembangan kajian Islam dan bahasa Arab yang terbuka terhadap kolaborasi. Interaksi antara mahasiswa dan dosen dari kedua perguruan tinggi diharapkan menjadi awal bagi kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam penguatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan bahasa Arab. (Lisnawati/Zakir)
