Dorong Peminatan Kuliah di PTKIN, Dirjen Pendis Kemenag Dorong PTKIN Perkuat Komunikasi Publik dan Layanan Digital

Dorong Peminatan Kuliah di PTKIN, Dirjen Pendis Kemenag Dorong PTKIN Perkuat Komunikasi Publik dan Layanan Digital

Gedung Rektorat, Berita UIN Online – Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag., mendorong Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk semakin proaktif membangun komunikasi dengan masyarakat guna memperkuat kepercayaan publik terhadap pendidikan tinggi keagamaan Islam. Hal itu disampaikannya dalam Pembukaan Seleksi Sistem Elektronik (SSE) Ujian Masuk PTKIN (UM-PTKIN) 2026, Senin (8/6/2026).

Menurut Dirjen Pendis, tren peningkatan jumlah peminat dan registrasi peserta menunjukkan bahwa berbagai inovasi serta strategi sosialisasi yang dilakukan PTKIN mulai membuahkan hasil. Ia mengapresiasi para pimpinan PTKIN yang aktif melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat untuk memperkenalkan kampus dan program studinya. Langkah tersebut dinilai penting di tengah semakin ketatnya persaingan perguruan tinggi dalam menarik calon mahasiswa.

Dirjen Amin menambahkan, perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) juga terus memperkuat komunikasi publik dan promosi institusi untuk membangun reputasi serta kepercayaan masyarakat. Karena itu, PTKIN tidak boleh ragu untuk melakukan langkah serupa melalui berbagai kanal komunikasi dan layanan yang responsif kepada calon mahasiswa maupun orang tua.

“Semakin masif respons dan layanan yang kita berikan kepada calon mahasiswa, semakin besar pula kepercayaan masyarakat untuk memilih PTKIN sebagai tujuan studi mereka,” ujarnya.

Selain komunikasi publik, Dirjen Pendis menekankan pentingnya penguatan layanan digital. Menurutnya, pelaksanaan SSE UM-PTKIN tidak hanya menjadi sarana seleksi mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ujian bagi kesiapan infrastruktur teknologi informasi di setiap kampus. Karena itu, aspek kapasitas server, bandwidth, serta kualitas sistem layanan digital harus terus dievaluasi agar peserta memperoleh pengalaman yang baik selama mengikuti ujian.

Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. Abd. Aziz, menjelaskan UM-PTKIN 2026 diikuti 64.479 peserta yang mengikuti ujian di 59 titik lokasi di seluruh Indonesia pada 8–14 Juni 2026. Dari jumlah tersebut terdapat 43 peserta difabel, 20 peserta non-Muslim, serta peserta internasional, termasuk dari Papua Nugini. Menurutnya, data tersebut menunjukkan PTKIN semakin terbuka, inklusif, dan diminati oleh masyarakat yang beragam.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Jakarta Prof. Dr. Ahmad Tholabi, M.A. M.H. mengungkapkan jika peminatan kuliah melalui jalur UM-PTKIN juga tetap tinggi. Tahun ini UIN Jakarta menyediakan daya tampung 3.034 mahasiswa baru dengan total 14.398 peminat. Sebanyak 5.618 peserta mengikuti ujian di lokasi UIN Jakarta yang tersebar di Kampus I, Kampus II, dan Kampus III. Untuk mendukung pelaksanaan ujian, UIN Jakarta menyiapkan 33 laboratorium komputer yang digunakan selama empat hari pelaksanaan dalam 12 sesi ujian.

“Alhamdulillah, pelaksanaan SSE UM-PTKIN 2026 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berjalan dengan lancar. Seluruh proses berlangsung sesuai prosedur yang telah ditetapkan dan terus kami pantau agar peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman,” ujarnya. (Meisya/Nosa)