Dekan FST UIN Jakarta Prof. Husni Teja Sukmana Terpilih sebagai Ketua Umum APTIKOM 2026–2030

Dekan FST UIN Jakarta Prof. Husni Teja Sukmana Terpilih sebagai Ketua Umum APTIKOM 2026–2030

Ciputat, Berita UIN Online– Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Husni Teja Sukmana, S.T., M.Sc., Ph.D., didaulat memimpin Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) sebagai sebagai ketua umum asosiasi periode 2026-2030. Profesor Husni akan memimpin asosiasi didampingi Prof. Dr. Adiwijaya, S.Si., M.Si., Guru Besar Telkom University.

Dalam rilis yang diterima, Sabtu (10/10/2026), Profesor Husni Teja dan Profesor Adiwijaya terpilih dalam Musyawarah Nasional (Munas) VII APTIKOM 2026 yang berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Keduanya dipilih dengan harapan dapat memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan inovasi di bidang informatika dan computer di Indonesia.

Dalam keterangannya, Profesor Husni Teja mengucapkan syukur dan terima kasih atas kepercayaan anggota asosiasi atas kepercayaan mereka menunjuknya sebagai Ketua Umum APTIKOM periode 2026–2030. "Bagi kami, kepercayaan ini bukan semata-mata tanggung jawab pribadi, melainkan amanah bersama untuk memajukan pendidikan tinggi informatika dan komputer di Indonesia," ujarnya.

Asosiasi sendiri, lanjutnya, menyadari bahwa tantangan pendidikan tinggi ke depan semakin kompleks, terutama dengan pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence), transformasi digital, dan kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia yang kompeten. Untuk itu, ia berharap APTIKOM menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan industri dalam membangun ekosistem pendidikan informatika yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing.

Ke depan, sambungnya, perguruan tinggi harus memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi dosen, mendorong riset kolaboratif, serta mempercepat hilirisasi hasil penelitian agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Pengembangan kurikulum yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja juga menjadi perhatian penting, termasuk penguatan etika dan tanggung jawab dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial," tambahnya.

Lebih jauh, ia juga memastikan bahwa APTIKOM menjadi organisasi yang inklusif dan terbuka terhadap kolaborasi sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh institusi anggota, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta, di berbagai wilayah Indonesia. "Kami berharap APTIKOM ke depan dapat bekerja secara kolektif  memanjukan pendidikan tinggi bidang informatika dan computer. Sebab kemajuan tidak dapat dicapai oleh satu institusi atau individu saja, tetapi membutuhkan komitmen dan kontribusi Bersama," pungkasnya.

Terpisah, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Prof. Husni Teja Sukmana sebagai Ketua Umum APTIKOM. Ia berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan baik serta menjadi kesempatan untuk memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi dan sumber daya manusia Indonesia.

Rektor juga berharap kepemimpinan baru APTIKOM dapat memperkuat sinergi antarperguruan tinggi, meningkatkan kolaborasi riset, serta mendorong inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri digital. Dengan demikian, pendidikan tinggi informatika diharapkan semakin mampu menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

Terpilihnya Profesor Husni menambah rekam jejak akademik dan organisasinya di bidang informatika. Sebelum dipercaya menjadi Ketua Umum APTIKOM periode 2026–2030, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal APTIKOM periode 2022–2026. Pengalaman tersebut memberinya keterlibatan langsung dalam pengembangan jejaring dan kolaborasi pendidikan tinggi informatika dan komputer di Indonesia.

Profseor Husni merupakan Guru Besar bidang Kecerdasan Artifisial UIN Jakarta berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 3313 Tahun 2025. Penetapan tersebut menjadi bagian penting dari pengembangan keilmuan teknologi di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.

Latar belakang pendidikannya berfokus pada bidang teknik dan teknologi sejak sarjana hingga doktoralnya. Ia meraih gelar Sarjana Teknik dari Universitas Indonesia pada 2001, kemudian menyelesaikan pendidikan magister bidang teknik dan teknologi di Sun Moon University, Korea Selatan, pada 2005. Gelar doktor dalam bidang teknik juga diperolehnya dari universitas yang sama pada 2009.

Sebagai akademisi di bidang informatika, Prof. Husni terlibat dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan. Di FST UIN Jakarta, ia mengampu sejumlah mata kuliah, antara lain Manajemen Proyek Teknologi Informasi, Metodologi Penelitian Teknologi Informasi, serta Bioetik dan Literasi AI. Bidang-bidang tersebut berkaitan dengan pengembangan kompetensi profesional, metodologi penelitian, dan pemanfaatan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab.

Kontribusinya juga tercermin melalui penelitian dan publikasi ilmiah. Salah satu karya yang dikaitkan dengan bidang risetnya membahas penggunaan arsitektur Vision Transformer (ViT) untuk skrining stroke otak secara otomatis berdasarkan citra medis, khususnya citra magnetic resonance imaging (MRI). Penelitian tersebut menunjukkan relevansi pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pengembangan teknologi kesehatan, terutama untuk mendukung analisis citra medis.

Selain aktivitas akademik, Prof. Husni juga meraih prestasi pada Teaching Competition dalam rangkaian final Huawei ICT Competition 2024–2025. Prestasi tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan atas keterlibatan akademisi dalam pengembangan kompetensi dan inovasi teknologi informasi dan komunikasi.

(Pusat Informasi dan Humas LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)