Dari Kemenag hingga Kapolri: Sejumlah Pejabat dan Tokoh Nasional Hadiri Pengukuhan 13 Guru Besar UIN Jakarta

Dari Kemenag hingga Kapolri: Sejumlah Pejabat dan Tokoh Nasional Hadiri Pengukuhan 13 Guru Besar UIN Jakarta

Khairudzakirin Kezia Dava
Tim Redaksi PIH UIN Jakarta

Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online – Sejumlah tokoh Nasional, Para pejabat negara, hingga pimpinan dari berbagai perguruan tinggi turut Hadir dalam acara pengukuhan guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kehadiran para tokoh tersebut turut menandai momentum pengukuhan 13 guru besar baru pada Sidang Senat Terbuka yang berlangsung di Auditorium Harun Nasution, Rabu (30/09/2026. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan UIN Jakarta, di antaranya Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, S.Ag., S.H., M.H., M.A., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Prof. Dr. Imam Subchi, M.A., serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D.. Sejumlah tokoh nasional, dan pejabat juga turut hadir, di antaranya Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, M.A., beserta istri, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed., Menteri Agama Republik Indonesia periode 2014-2019, Dr. KH. Lukman Hakim Saifuddin, M.A., beserta istri, Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Komjen Pol. Panca Putra S., Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Para anggota dewan, para staff ahli dan juga staff khusus kelembagaan.

Selain para pimpinan dari UIN Jakarta, para tokoh nasional dan pejabat, turut hadir juga para pimpinan perguruan tinggi, di antaranya jajaran rektor universitas, Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Ilfi Nurdiana M.Si, Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma'mun Murod, M.Si., dan Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia, Prof. Jamhari Ma’Ruf, MA., P.hD..

Dalam kesempatannya, Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi kepada UIN Jakarta atas pengukuhan 13 guru besar. Prof Nasaruddin menambahkan, jumlah guru besar yang dihasilkan UIN Jakarta perlu diikuti dengan penguatan terhadap produksi ilmu pengetahuan yang dapat berkontribusi lebih luas.

“Sudah seharusnya kita menjadi produsen ilmu pengetahuan, tidak lagi hanya menjadi konsumen,” pesannya

Lebih lanjut, beliau menilai pengukuhan 13 guru besar ini dapat menjadi momentum tradisi intelektual yang selama ini melekat dengan mahasiswa Ciputat. Prof Nasaruddin menyebut UIN Jakarta memiliki potensi menjadi perguruan tinggi yang mampu bersaing lewat karya yang dihasilkan oleh akademisi dan alumninya.

Di sisi lain, amanat juga disampaikan oleh Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, beliau menyampaikan bahwa pengukuhan guru besar bukan hanya menjadi puncak pencapaian akademik, tetapi juga membawa tanggung jawab yang lebih besar bagi para akademisi.

“Maka ini artinya bahwa ada tanggung jawab yang harus diemban, tanggung jawab akademik dan juga tanggung jawab sosial kemasyarakatan,” ujarnya.

Prof. Asep menambahkan, para guru besar yang dikukuhkan diharapkan terus mengembangkan tradisi akademik UIN Jakarta sekaligus memberikan pengabdian bagi kampus dan bangsa. Ia juga mengajak para guru besar untuk terus tetap mencintai almamater dan mencintai keilmuan serta berkontribusi bagi generasi mendatang. Pengukuhan 13 guru besar dari berbagai disiplin ilmu menegaskan komitmen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk terus menghasilkan riset berkualitas dan bereputasi, memperluas kontribusi keilmuan bagi kemanusiaan, serta memperkuat peran dalam pengembangan dan integrasi ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional.