Dari Ciputat untuk Indonesia: Jejak Alumni UIN Jakarta dalam Buku Inspiratif IKALUIN

Dari Ciputat untuk Indonesia: Jejak Alumni UIN Jakarta dalam Buku Inspiratif IKALUIN

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta lahir dari pembentukan Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) pada 1 Juni 1957. Terhitung  68 tahun sejak berdirinya Universitas Islam ini dalam mengiprahkan diri sebagai pembangun akademik masyarakat Indonesia. Ratusan hingga ribuan alumni dibentuk, dikembangkan, dan dipromosikan menjadi berbagai tokoh masyarakat, ilmuan, seniman dan pendidik yang memiliki kredibilitas tinggi. Melalui buku Dari Ciputat untuk Indonesia dengan kisah inspiratif dari 18 Sosok Penerima IKALUIN Award menjawab berbagai pertanyaan mengenai ‘Apa sebenarnya bentuk kredibilitas yang diberikan alumni UIN Jakarta kepada Indonesia?’.

Buku yang disusun oleh Tim Penyusun Ikatan Alumni UIN Jakarta (IKALUIN) diantaranya Anick HT, Ayu Alfiah Jonas, Hana Haifah, Ilham Khoiri, dan Nurul Azizah menunjukkan kisah inspiratif dari 18 sosok alumni berpengaruh untuk Indonesia. Sebagai unit yang mewadahi alumni UIN Jakarta, IKALUIN memiliki ajang penghargaan sendiri untuk mengapresiasi alumni yang sukses dan berpengaruh di berbagai bidang.

Sebagai bentuk nyata perjuangan, buku ini dibentuk dengan tujuan untuk menceritakan pergulatan masing-masing tokoh dengan cerita hidup yang menarik, humanis juga dramatis dan inspiratif. Menghabiskan waktu pendidikan di Ciputat dan menorehkan jejak hingga satu Indonesia, sosok inspiratif ini layak menjadi fondasi-fondasi nama baik UIN Jakarta hingga saat ini.

Menggaet 18 sosok yakni, Nurcholish Madjid Sang Lokomotif Pembaruan Islam Indonesia, Azyumardi Azra, Cendekiawan Muslim yang Holistik, Abdul Moqsith Ghazali yang Membangun Toleransi Berbasis Al-Qur’an, Syafiq Hasyim, Cendekiawan Muslim yang Progresif, Badriyah Fayumi, Penggerak Ulama Perempuan, Neng Dara Afifah, Muslimah Feminis, Mudrik Qori yang membawa nama Pesantren Mendunia, Cing Ato yang Melawan Penyakit dengan Menulis, Wahiduddin Adams seorang Hakim Konstitusi yang Elegan, Muhammad Isnur, Berdakwah dengan Membela Kaum Bawah, Ray Rangkuti yang konsisten di Dunia Aktivisme, Misteri Jalan Hidup A.M. Fachir, Didin Sirojuddin Sang Guru Kaligrafi, Cerita Bambang Prihadi yang memilih Teater sebagai Jalan Hidup, Hidup Saleh Abdullah yang Seperti Film, Klinik Bertumbuh ala Sakinah Ginna, Mahariah Sang Provokator Lingkungan Kepulauan Seribu dan Habib Ja’far yang terkenal dengan Merintis Jalan Dakwah Digital.

Buku ini ditulis dengan hasil riset dan wawancara langsung dengan sosok alumni yang terpilih, ditulis dengan narasi mengalir yang dapat menceritakan kembali cerita berat menjadi cerita ringan yang nyaman dibaca. Setiap lembar memberikan sensasi membaca yang mengejutkan dari berbagai kisah pilu hingga riang sosok alumni. Menariknya, diantara kisah 18 sosok alumni, rata-rata UIN Jakarta bukanlah menjadi kampus tujuan namun, bukan pilihan bukan berarti bukan takdir. Pada akhirnya, UIN Jakarta menjadi wadah berkembang dalam menggeluti bidang yang disukai.

Tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi alumni, tetapi juga sebagai refleksi perjalanan intelektual UIN Jakarta dalam membentuk watak keislaman yang inklusif. Dari Ciputat untuk Indonesia berhasil menghadirkan potret alumni UIN Jakarta yang tidak sekedar sebagai figur yang sukses, tetapi insan yang melewati berbagai proses bertumbuh yang panjang, pergulatan batin, pilihan risiko hidup yang dapat membentuk kontribusi bagi masyarakat.

Kekuatan utama buku ini terletak pada pendekatan naratif yang humanis, sehingga kisah-kisah yang diangkat terasa dekat dengan pembaca. Melalui riset dan wawancara langsung, buku ini mampu menjembatani perjalanan personal para tokoh dengan konteks sosial dan keilmuan yang lebih luas.

Meski ditulis dengan narasi yang mengalir dan informatif, pada beberapa bagian masih ditemukan kekurangan teknis berupa kesalahan ketik (typo) yang dapat diminimalkan melalui penyuntingan lebih lanjut, agar kenyamanan membaca dan ketelitian penyajian naskah semakin optimal.

Buku ini sangat direkomendasikan bagi sivitas akademika UIN Jakarta, alumni, mahasiswa, serta pembaca umum yang tertarik pada kisah inspiratif tokoh Muslim Indonesia dan perjalanan intelektual kampus Islam dalam membentuk kontribusi nyata bagi bangsa. Lebih dari sekadar kumpulan biografi, buku ini layak dibaca sebagai refleksi bahwa proses, ketidaksengajaan, dan ketekunan kerap menjadi jalan lahirnya pengabdian yang bermakna.

(Meisa Aqilah N.H./Fauziah M./Syandana Mazna Aisyah)