Cetak Ulama Moderat Mendunia, UIN Jakarta dan LPDP PKU-MI Gelar Sosialisasi Beasiswa Magister dan Doktoral

Cetak Ulama Moderat Mendunia, UIN Jakarta dan LPDP PKU-MI Gelar Sosialisasi Beasiswa Magister dan Doktoral

Ruang Diorama Berita UIN Online - Dalam rangka memperluas peluang akses pendidikan tinggi yang merata bagi mahasiswa dan alumni, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) gelar Sosialisasi Program Beasiswa LPDP Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKU-MI) di Ruang Diorama, Senin, (02/02/2026). 

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Ali Munhanif M.A., Ph.D., Ketua Tim Kemahasiswaan dan Alumni, Muhammad Furqon S.Pd.I., M.A., turut hadir Kepala Divisi Pelayanan LPDP, Gendro Hartono, S.E., M.M., Direktur PKUMI Prof. Dr. K.H. Ahmad Thib Raya, M.A., Manajer Akademik PKUMI, Dr. Nur Rofifah, Bil. Uzm. serta para dosen, dan mahasiswa peserta sosialisasi.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Ali Munhanif menyambut kehadiran tim PKU-MI dan LPDP dengan mengatakan bahwa program PKU-MI diinisiasi oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, untuk menjawab tantangan zaman. Program ini didesain khusus untuk melahirkan ulama yang tidak hanya mumpuni secara agama, tetapi juga memiliki literasi akademik yang kuat dan wawasan global.

"PKU memang didesain untuk menciptakan dan menyiapkan kader ulama yang mempunyai literasi cukup secara akademik, tetapi juga Alhamdulillah berkat LPDP, nanti akan ditawarkan untuk program-program internasional," ujar Guru Besar Ilmu Politik itu.

Sementara itu, Direktur PKU-MI, Prof. Dr. K.H. Ahmad Thib Raya, M.A., dalam paparannya menceritakan latar belakang berdirinya program ini. Ia mengungkapkan urgensi regenerasi ulama pasca-pandemi Covid-19 yang merenggut banyak nyawa para ulama.

"Pendidikan kader ulama ini mulai berdiri tahun 2021 atas gagasan Imam Besar. Mengapa beliau menggagas ini? Karena semasa Covid, menurut catatan beliau banyak ulama yang wafat. Kata beliau, kalau tidak dilaksanakan pendidikan kader ulama seperti ini, kapan kita bisa gantikan mereka dalam waktu singkat," ungkap Prof. Thib Raya.

Acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan teknis oleh dua narasumber utama, yaitu Kepala Divisi Pelayanan LPDP, Gendro Hartono, S.E., M.M., dan Manajer Akademik PKU-MI, Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm..

Dalam pemaparannya, Kepala Divisi Pelayanan LPDP, Gendro Hartono, S.E., M.M., menegaskan komitmen penuh LPDP dalam mendukung program kader ulama. 

"LPDP mendukung transformasi pendidikan ulama Indonesia dengan menyiapkan pembiayaan penuh, termasuk biaya studi, biaya hidup, dan kesempatan belajar ke luar negeri," ungkapnya.

Sementara itu, Manajer Akademik PKU-MI, Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm., dalam paparannya memberikan penjelasan teknis mengenai keunggulan bagi calon pendaftar. 

"PKU-MI dirancang untuk melahirkan ulama berkaliber nasional dan internasional yang siap menjadi rujukan umat," tegas Dr. Nur Rofiah.

Sebagai informasi, beasiswa LPDP PKU-MI merupakan program beasiswa jenjang magister dan doktoral yang dikelola Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), dengan pembiayaan penuh dari LPDP. Program ini diperuntukkan bagi para calon ulama yang moderat dan berwawasan luas.

Program beasiswa yang dibuka meliputi, S2 Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal, S2 Pendidikan Kader Ulama Perempuan Masjid Istiqlal, dan S3 Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal dengan pembiayaan penuh meliputi dana pendidikan dan dana pendukung.

Informasi selengkapnya mengenai pendaftaran dan persyaratan dapat mengunjungi tautan berikut:  https://pmbpku.istiqlal.or.id/  atau https://lpdp.kemenkeu.go.id/

(Mu'ainun Mubin/Fauziah M./Zaenal M./Tiara Septiana)