#CeritaMahasiswa Merawat Makna Ikhlas Lewat Kata: Perjalanan Sambu Menulis Buku Pertamanya
Berita UIN Online - Kanvas latar putih seolah pondasi hidup untuk seorang penulis, memahami makna, perasaan dan pesan tersirat menjadi salah satu kemampuan yang secara tidak langsung harus dimiliki oleh seorang penulis. Menerjemahkan diksi-diksi melankolis ke dalam bahasa yang lebih mudah dipahami tanpa menghilangkan nilai seninya juga menjadi tuntutan seorang penulis dalam menuliskan karyanya.
Di sela kesibukan kuliah lahirlah semangat menulis seorang mahasiswa untuk menjawab keresahan di kalangan kehidupan masyarakat yang mulai melupakan makna keikhlasan yang sesungguhnya. Terdapat masalah pada kalangan masyarakat dalam keikhlasan yang mengesampingkan beramal dengan ikhlas, alih-alih dari hati, pujian, pengakuan atau keuntungan tertentu menjadi tujuan dari sebuah tindakan.
Melihat keresahan ini, mahasiswa Tarjamah, Sambu Sayyidul Anwar menerbitkan buku dengan judul “Keajaiban Ikhlas”. Proses penulisan yang dikerjakan dari menentukan tema dan tujuan buku, mengumpulkan referensi dari Al-Qur’an, hadis serta buku-buku yang membahas mengenai ikhlas, disusul dengan menyusun kerangka isi buku dan mulai menulis dari bab ke bab lainnya sedikit demi sedikit. Penyuntingan, editing desain, pengurusan ISBN hingga proses cetak serta publikasi oleh penerbit dilakukan secara mandiri.
Faktor kesibukan kuliah dan melawan rasa lelah menjadi salah satu tantangan dalam pengerjaan buku ini, selain itu tantangan eksternal lainnya mendatangi Sambu untuk menguji konsistensi dalam menulis.
“Pada tahap penerbitan, saya pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan ketika mengirimkan naskah ke penerbit. Proses yang berjalan cukup lama tanpa kejelasan atau ghosting menyebabkan waktu yang telah dialokasikan untuk pemrosesan naskah menjadi terbuang. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga agar lebih selektif dalam memilih penerbit dan memastikan kredibilitasnya sebelum mengirimkan naskah,” tutur Sambu.
Tidak sedikit pengorbanan yang dilalui namun, hasil tetap menunjukkan keberhasilan yang memuaskan. Buku karya Sambu Sayyidul Anwar dengan judul “Keajaiban Ikhlas” merupakan karya reflektif yang mengajak pembaca memahami ikhlas secara lebih mendalam, tidak hanya sebagai konsep keagamaan, tetapi juga sebagai sikap hidup yang relevan dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan. Melalui perpaduan dalil Al-Qur’an, hadis, pandangan ulama, serta pendekatan psikologis, buku ini menunjukkan bahwa keikhlasan dapat menjadi jalan menuju ketenangan, kedewasaan batin, dan hubungan sosial yang lebih sehat.
Meskipun masih terdapat beberapa kekurangan teknis seperti kesalahan pengetikan dan penggunaan tanda baca, substansi yang disajikan tetap kuat, sistematis, dan mudah dipahami. Dengan bahasa yang lembut dan reflektif, buku ini layak dibaca oleh berbagai kalangan, terutama mereka yang sedang berproses menerima kehilangan, menghadapi kekecewaan, atau mencari makna di balik setiap ujian hidup. Pada akhirnya, “Keajaiban Ikhlas” menegaskan bahwa ikhlas bukanlah bentuk menyerah pada keadaan, melainkan kekuatan untuk menerima ketetapan Tuhan dan melangkah menuju kedamaian hati.
Selain itu, Sambu menyampaikan harapannya mengenai buku terbitannya. “Saya berharap buku ini dapat menjadi sarana refleksi bagi para pembaca agar senantiasa meluruskan niat dan menjadikan ridha Allah sebagai tujuan utama dalam setiap amal,” jelas Sambu.
Buku terbitan Sambu Sayyidul Anwar yang berjudul “Keajaiban Ikhlas” diterbitkan oleh Penerbit Cakrawala Press yang bekerja sama dengan Takaza Innovatix Labs tahun 2026 dengan jumlah halaman 237 halaman. Terbitan buku dapat diakses pada laman https://takazapublisher.com/shop/0ed9f2b9-9706-449b-a3bb-66de3fbeedd0
(Meisa Aqilah/Zaenal M./Sambu Sayyidul A.)
