#CeritaMahasiswa: Khaila Meisya, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Mengolah Rasa Ingin Tahu Menjadi Jejak Akademik
Jakarta, Berita UIN Online – Tidak semua kegelisahan berakhir menjadi sebuah keluhan, sebagian justru tumbuh menjadi pertanyaan yang terus dicari jawabannya. Di tengah arus informasi global yang bergerak cepat, ia memilih berhenti sejenak, membaca dengan perlahan, mencatat dengan lebih teliti, lalu menuliskannya kembali dengan dedikasi dan proses panjang yang rumit dan tidak selalu mudah. Dari proses inilah, sebuah karya ilmiah terlahir dan menjadi bagian dari perjalanan akademiknya.
Ketertarikan pada isu-isu global kerap berangkat dari kegelisahan-kegelisahan kecil yang ada di dalam diri. Kegelisahan ini dapat muncul dari kebiasaan membaca berita internasional, diskusi di dalam ruang kelas, mengkaji jurnal-jurnal akademik, hingga kegelisahan ini perlahan menemukan jawabannya. Bagi seorang mahasiswa, proses ini bukan sekadar rutinitas ataupun kewajiban akademik semata, melainkan proses perjalanan belajar yang menuntut konsistensi dan kesungguhan dalam memahami berbagai persoalan-persoalan nyata di luar ruang kelas.
Perjalanan inilah yang dilalui oleh Khaila Meisya Permana, mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta angkatan 2023. Di tengah kesibukan perkuliahan, Khaila berhasil menorehkan capaian akademik membanggakan dengan memublikasikan artikel ilmiah di Jurnal Hubungan Internasional Universitas Airlangga, Volume 12, Nomor 2 Tahun 2025. Jurnal ini merupakan jurnal nasional bereputasi yang telah terindeks SINTA 2.
Capaian ini tentu bukan hasil yang diraih secara instan. Artikel ilmiah berjudul “Analysis of the Emergence of the Black Lives Matter Social Movement in the United States: Critical Theory Analysis” lahir dari proses panjang membaca, menulis, menganalisis, dan merefleksikan fenomena sosial-politik yang berkembang di Amerika Serikat. Dalam tulisannya, Khaila mengkaji kemunculan gerakan sosial Black Lives Matter (BLM), yang bermula dari perlawanan terhadap ketidakadilan rasial dan kemudian berkembang menjadi gerakan global.
Melalui pendekatan teori kritis, Khaila memandang BLM bukan sekadar reaksi sesaat atas kasus kekerasan rasial, melainkan sebagai bentuk perlawanan struktural terhadap sistem sosial dan politik yang timpang. Ia menyoroti bagaimana relasi kekuasaan, dominasi, serta peran aktor non-negara membentuk dinamika gerakan sosial tersebut. Analisisnya dirangkai dengan memadukan konteks sosial dan politik yang melatarbelakangi lahirnya BLM di Amerika Serikat.
Proses penulisan artikel ilmiah ini berlangsung melalui tahapan yang tidak singkat. Di bawah bimbingan dosen HI UIN Jakarta, Dr. Badrus Sholeh, MA., Khaila menyusun kerangka berpikir, memperdalam teori yang relevan, hingga menyempurnakan argumen agar tulisannya itu memiliki landasan akademik yang kokoh.
Kepala Program Studi HI UIN Jakarta, Robi Sugara, M.Sc., turut menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa memublikasikan artikel di jurnal ilmiah terakreditasi nasional merupakan prestasi yang patut dibanggakan. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kapasitas yang mumpuni untuk terlibat aktif dalam dunia riset dan publikasi ilmiah.
Lebih lanjut, Kepala Program Studi HI FISIP UIN Jakarta, Robi Sugara, M.Sc., menjelaskan bahwa publikasi ilmiah di jurnal bereputasi SINTA kini juga dapat menjadi alternatif penyelesaian tugas akhir skripsi. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi juga menghasilkan karya ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Bagi Khaila sendiri, pengalaman memublikasikan artikel ilmiah menjadi pelajaran berharga dalam perjalanan akademiknya. Proses menulis jurnal melatihnya untuk berpikir lebih kritis, sistematis, dan bertanggung jawab terhadap setiap gagasan dan argumen yang disampaikan. Ia berharap karyanya dapat membuka ruang diskusi yang lebih luas sekaligus memotivasi mahasiswa lain untuk berani meneliti, menulis, memublikasikan tulisan mereka di jurnal ilmiah bereputasi SINTA.
Capaian ini membuktikan bahwa kesempatan untuk menulis dan meneliti terbuka bagi seluruh mahasiswa, tak terkecuali bagi mahasiswa Strata 1 (S1). Melalui proses panjang yang dijalani, Khaila akhirnya berhasil membawa tulisannya terbit di jurnal ilmiah nasional terindeks SINTA 2. Pencapain besar ini tentunya lahir dari kesabaran, ketekunan, dan dedikasi dalam proses menulis artikel ilmiahnya ini.
(Hilya Hafiza S./Zaenal M./Fajri Nafisa)
