Buka AICIMIDS-FDIKOM 2026, Rektor Soroti Otoritas Keagamaan dan Identitas Muslim di Era Digital

Buka AICIMIDS-FDIKOM 2026, Rektor Soroti Otoritas Keagamaan dan Identitas Muslim di Era Digital

Jakarta, Berita UIN Online Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta secara resmi membuka Annual International Conference on Islam, Media, and Digital Society (AICIMDS) yang berlangsung di Hotel Millennium Sirih, Jakarta Pusat. Konferensi internasional ini mengangkat tema besar Media, the Contemporary Muslim World, and Digital Networked Society: Authority, Identity, and Social Transformation serta dihadiri oleh para pembicara utama, akademisi, dan peneliti dari dalam maupun luar negeri, termasuk jajaran Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (Askopis) se-Indonesia. Kamis, (13/8/2026).

Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa media digital kini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai saluran penyampai informasi, melainkan telah bertransformasi menjadi ruang sosial baru bagi umat Muslim untuk membangun identitas, menegosiasikan otoritas keagamaan, membentuk komunitas, dan berpartisipasi dalam transformasi sosial.

"Media digital telah menjadi ruang sosial tempat orang membangun identitas, mencari ilmu, menegosiasikan otoritas, membentuk komunitas, mengekspresikan keyakinan agama, serta berpartisipasi dalam transformasi sosial," ujar Rektor di hadapan para peserta konferensi.

Peluang sekaligus Tantangan

Rektor memaparkan bahwa transformasi digital membuka peluang besar bagi dakwah, pendidikan Islam, penyebaran ilmu pengetahuan, penguatan komunitas, hingga dialog lintas budaya. Namun demikian, ia juga mengingatkan sejumlah tantangan serius yang menyertainya, mulai dari misinformasi, polarisasi keagamaan, fragmentasi otoritas, komersialisasi agama, intoleransi, hingga cepatnya penyebaran narasi ekstremis dan menyesatkan di ruang digital.

Atas dasar itu, Rektor menegaskan bahwa kajian komunikasi Islam perlu diperluas, tidak hanya berhenti pada perkembangan teknologi semata, tetapi juga menelaah transformasi sosial, budaya, politik, dan keagamaan yang menyertai proses digitalisasi tersebut.

Tiga Pertanyaan Kunci Konferensi

Dalam sambutannya, Rektor mengajak seluruh peserta untuk merenungkan tiga isu mendasar yang menjadi benang merah AICIMIDS 2026:

“Pertama, bagaimana kredibilitas dan kepercayaan dikonstruksi ketika setiap orang dapat memproduksi serta menyebarkan konten keagamaan, dan bagaimana ulama, akademisi, serta kreator konten menjalankan otoritas di tengah algoritma dan budaya viral?; kedua, bagaimana identitas keagamaan yang dahulu dibentuk melalui institusi tradisional kini turut dibentuk oleh interaksi media sosial, komunitas digital, budaya populer, dan jaringan lintas negara?; ketiga, bagaimana perubahan digital berkontribusi terhadap dinamika sosial umat Muslim secara lebih luas?., papar Guru Besar dalam bidang Sosiologi Hukum Islam UIN Jakarta ini. 

Rektor berharap AICIMDS 2026 dapat menjadi forum akademik yang mempertemukan gagasan lintas disiplin serta memperkuat kajian kritis mengenai relasi Islam, media, dan masyarakat digital yang terus berkembang.

“I hope that AICIMDS will not merely become a forum for exchanging academic ideas, but will also generate international research collaborations, joint publications, curriculum innovations, academic networks, and policy recommendations that can contribute to the development of Islamic communication and da’wah in the digital era. We also hope that this conference will strengthen dialogue between scholars from different countries and academic traditions. Through such dialogue, we can develop a more comprehensive understanding of the contemporary Muslim world and identify innovative approaches to addressing the challenges of the digital network society,” harapnya. 

Untuk diketahui, konferensi AICIMIDS 2026 berlangsung pada 12–14 Agustus 2026 di Hotel Millennium Sirih, Jakarta, diselenggarakan oleh Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerjasama dengan rangkaian Konferensi Nasional Komunikasi Islam (KNKI VI) ASKOPIS. AICIMIDS 2026 menghadirkan sejumlah pembicara kunci dari dalam dan luar negeri, di antaranya; Guru Besar bidang Ilmu Komunikasi UIN Jakarta,  Prof. Dr. Andi M. Faisal Bakti, M.A., Communications Counselor, Kedutaan Besar Turki di Indonesia, Dr. Burak Güneş, Senior Media Executive, International Broadcasting, Russia Today, Denis Bolotsky, dan Guru Besar Filsafat dan Pemikiran Islam, Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof. Dr. Ahmad Sunawari Long. Kemudian, Keynote speakers adalah Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Hj. Meutya Viada Hafid, B.Eng., M.IP, diwakili oleh Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Komdigi, Wijaya Kusumawardhana dan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si. 

(Rilis Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi)