Bangun Kemitraan Akademik Global, UIN Jakarta dan Hartford International University for Religion and Peace Sepakati Kerja Sama
Jakarta, Berita UIN Online— UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Hartford International University for Religion and Peace (HIU), Amerika Serikat, sepakat melakukan kerjasama akademik. Komitmen kerjasama dituangkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam agenda Dinner, Discussion, and MoU Signing di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Penandatanganan kerjasama dilakukan langsung oleh pimpinan masing-masing, yaitu Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, MA, Ph.D. dan President Hartford International University Sherry L. Turner, Ph.D. Prosesi penandatanganan kerjasama sendiri dihadiri langsung para pejabat baik dari UIN Jakarta maupun Hartford University.
Dari UIN Jakarta hadir Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kelembagaan Din Wahid, M.A., Ph.D., Dekan Fakultas Ushuluddin Prof. Ismaturopi, Ph.D., Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana Prof. Yusuf Rahman, Ph.D., Kepala Pusat Layanan Kerja Sama Internasional (PLKI) Prof. Arif Zamhari, M.A., Ph.D., serta Koordinator PLKI Irfan Zamzami, Ph.D.
Sedang dari Hartford International University hadir Dean of Master of Interreligious Studies Dr. Deena Grant, Ph.D., dan Director of Master of Peace-Building Phoebe Milliken.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak bertukar pandangan mengenai pengelolaan pendidikan tinggi di Indonesia dan Amerika Serikat. Hal ini termasuk pengembangan kelembagaan, program akademik, serta pengalaman masing-masing dalam merespons dinamika pendidikan tinggi.
Rektor Asep Jahar misalnya memaparkan perkembangan UIN Jakarta, mulai dari program akademik, penguatan kelembagaan, fasilitas, hingga arah pengembangan universitas. Ia juga menjelaskan pengembangan fasilitas kesehatan UIN Jakarta, termasuk dua rumah sakit sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan dan layanan universitas.
Menurut Rektor Asep Jahar, penguatan kerja sama internasional perlu diarahkan pada kolaborasi yang menghasilkan program konkret. Internasionalisasi sendiri diproyeksi bukan semata perluasan jejaring, namun membangun kolaborasi yang menghasilkan manfaat akademik yang nyata.
"Kami ingin kerja sama ini berkembang menjadi pertukaran pengetahuan, riset bersama, mobilitas akademik, dan pengembangan program yang memberikan kontribusi bagi masyarakat global,” ujarnya.
Diskusi selanjutnya membahas potensi kerja sama di bidang religious studies, interreligious studies, dan peace-building. Kolaborasi tersebut dapat mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, seminar internasional, serta pengembangan program akademik.
Rektor Asep sendiri menilai kedua institusi memiliki potensi yang kuat untuk mengembangkan kerja sama di bidang tersebut. “UIN Jakarta memiliki pengalaman panjang dalam kajian Islam dan masyarakat plural, sementara Hartford memiliki kekuatan dalam studi agama dan perdamaian," katanya.
Pertemuan kedua perspektif keilmuan UIN Jakarta dan Hartford University sangat potensial untuk dikembangkan menjadi kerja sama akademik yang produktif. "Mudah-mudahan sesuai target kerjasama yang ingin dibangun” katanya.
Penandatanganan MoU menjadi landasan bagi kedua universitas untuk mengembangkan berbagai program kerja sama berdasarkan bidang yang telah disepakati. UIN Jakarta dan Hartford juga berkomitmen agar kerja sama tersebut tidak berhenti pada dokumen formal, tetapi ditindaklanjuti melalui kegiatan akademik yang konkret.
“Yang paling penting setelah MoU adalah implementasi. Kami berharap segera ada program konkret yang mempertemukan dosen dan mahasiswa kedua universitas, memperkuat riset bersama, serta membuka ruang dialog akademik yang lebih luas,” tegas Rektor Asep.
Kegiatan diakhiri dengan pertukaran cendera mata antara kedua delegasi sebagai simbol persahabatan dan komitmen untuk memperkuat kemitraan kelembagaan. Kerja sama UIN Jakarta dan Hartford International University diharapkan dapat memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat kontribusi kedua institusi dalam pengembangan studi agama, dialog lintas iman, dan perdamaian di tingkat global.
