Alumnus UIN Jakarta: Hidup Bukan Perlombaan, tetapi Tentang Terus Berjalan
Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online – Wisuda ke-140 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta turut diwarnai sambutan inspiratif dari wakil alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dadi Darmadi M.A. Ph.D. Ia hadir mewakili alumni pada prosesi wisuda ke-140 UIN Jakarta di hari kedua, Ahad (24/05/2026).
Dalam kesempatan tersebut, akademisi antropolog sekaligus peneliti senior di Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat itu menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik. Sebaliknya, wisuda jadi perayaan atas perjuangan panjang yang telah dilalui para wisudawan selama menempuh pendidikan.
“Hari ini adalah hari yang sangat istimewa, hari ketika kerja keras, ketekunan, doa dan pengorbanan menemukan maknanya. Di balik setiap toga yang dikenakan hari ini, ada cerita panjang tentang perjuangan. Karena itu hari ini bukan sekadar seremoni akademik, ini adalah hari perayaan terhadap harapan itu sendiri,” ungkapnya.
Dadi Darmadi merupakan lulusan Prodi Perbandingan Agama (kinj, Studi Agama-Agama) Fakultas Ushuluddin tahun 1994. Ia dikenal sebagai akademisi, peneliti, dan antropolog yang banyak berkiprah di bidang studi agama, antropologi, dan sosiologi Islam di Indonesia.
Ia juga aktif mengajar di Fakultas Ushuluddin dan Program Studi Studi Agama-Agama UIN Jakarta serta terafiliasi dengan PPIM (Center for the Study of Islam and Society).
Dalam perjalanan akademiknya, Dadi Darmadi berhasil meraih gelar Ph.D. bidang Social Anthropology dari Graduate School of Arts and Sciences, Harvard University, Amerika Serikat. Disertasinya berjudul “The Hajj, Reinvented: Pilgrimage, Pilgrims, and Modernity in Indonesia” yang mengkaji praktik haji, dinamika jamaah, dan modernitas di Indonesia. Pencapaian doktoralnya yang diselesaikan pada musim semi 2026 tersebut menjadi salah satu capaian penting bagi akademisi Indonesia di tingkat internasional.
Selain itu, ia juga tercatat sebagai penerima beasiswa bergengsi dari AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation) yang mendukung studi akademiknya di Amerika Serikat. Berbagai riset dan publikasinya banyak membahas isu Islam, antropologi, serta tradisi lokal di Indonesia.
Dalam sambutannya, Dadi mengungkapkan bahwa tepat di tempat yang sama 32 tahun silam dirinya pernah berdiri sebagai wakil wisudawan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kini, ia kembali hadir sebagai wakil alumni untuk memberikan pesan kepada para lulusan baru.
“Tepat di kampus ini, di gedung ini pada tahun 1994, saya pernah berdiri sebagai wakil wisudawan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai perwakilan wisudawan Fakultas Ushuluddin, dan hari ini di tahun 2026, saya kembali berdiri di sini bukan lagi sebagai wisudawan, tetapi sebagai wakil alumni,” ujarnya.
Pada sambutannya, ia juga mengingatkan para wisudawan bahwa setiap orang akan menghadapi masa sulit dan ketidakpastian dalam hidup. Berdasarkan pengalaman pribadinya, ia mengajak para lulusan untuk tetap teguh dan terus melangkah dalam menghadapi tantangan kehidupan.
“Ada masa ketika saya merasa tertinggal. Ada masa ketika semuanya terasa berjalan sangat lambat. Ada masa ketika masa depan tampak gelap dan tidak jelas. Dan mungkin sebagian dari saudara nanti juga akan mengalami fase-fase seperti itu dalam hidup,” jelasnya.
Ia pun membagikan pesan yang selalu diingatnya dari para senior, there is always a light at the end of the tunnel. Menurutnya, hidup bukan tentang siapa yang paling cepat mencapai tujuan, tetapi tentang siapa yang mampu terus berjalan.
“Hari ini saya memahami bahwa hidup bukan perlombaan tentang siapa yang paling cepat sampai. Hidup adalah tentang siapa yang terus berjalan,” tutupnya.
Tonton selengkapnya prosesi Wisuda Akbar 140 pada link berikut https://www.youtube.com/watch?v=sOiFuUFX1gc.
(Meisa Aqilah/Zaenal M./Fajri Nafisa/Foto: Azka Raysa)
