ALII UIN Jakarta Sukses Kembangkan AI untuk Kajian Kitab Klasik

ALII UIN Jakarta Sukses Kembangkan AI untuk Kajian Kitab Klasik

Ciputat, Berita UIN Online - Artificial Intelligence Literacy and Innovation Institute (ALII) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berhasil menerapkan metode Fine Tuning, Large Language Model (LLM). Bekerja sama dengan Fakultas Ushuluddin (FU), metode ini berhasil diterapkan pada kitab Mizan al-I'tidal karya Imam Adz-Dzahabi, sebuah teks otoritatif dalam disiplin Ilmu ar-Rijal, Selasa (21/04/2026).

Pencapaian ini merupakan bagian dari milestone ke-2 dari program besar ALII.  Keberhasilan ini juga hasil dari kerjasama tim peneliti yang dipimpin oleh Khadijah Hulliyah, M.Si., Ph.D. dan Dr. Kamal Fiqry Musa. Penelitian bertajuk “Computational Synthesis of Classical Hadith Bio-Critiques: A Parameter Efficient Fine Tuning of Llama 3 8B on Mizan al-I'tidal” ini menerapkan teknik Parameter Efficient Fine Tuning (PEFT) dengan metode Low Rank Adaptation (LoRA).

Direktur ALII, Khadijah Hulliyah, M.Si., Ph.D., mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan satu langkah strategis untuk mendukung penggunaan Artificial Intelligence (AI) secara bijak bagi institusi. Pemanfaatan AI bukan untuk memalaskan pikiran, melainkan mendukung proses pendidikan.

"Ini merupakan bagian dari milestone ke-2 dari program besar kami di ALII. Keberhasilan ini juga merupakan hasil dari bentuk kerjasama yang sangat baik antar fakultas di lingkungan UIN Jakarta," ungkapnya. 

Ia juga menegaskan bahwa proyek ini merupakan titik awal dari tujuan yang lebih besar. “Apa yang kita lihat hari ini adalah bagian terkecil dari agenda besar Islamic Nusantara NLP yang sedang kami kembangkan. Walaupun kami memiliki banyak kendala, terutama terkait infrastruktur, kami tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mengembangkan AI dan kajian AI secara berkelanjutan,” jelasnya.

Meskipun terdapat beberapa tantangan dalam menjalankan program ini tim peneliti berhasil mencapai efisiensi teknis yang tinggi dengan menggunakan model Llama-3-8B dan dioptimalkan melalui kuantisasi 4-bit Q_4. Data statistik menunjukkan keberhasilan luar biasa dalam fase pelatihan, di mana terjadi penurunan training loss sebesar 84,6% dari angka 2,945 menjadi 0,452 dalam 3.168 langkah pelatihan. Hal ini menandakan bahwa keberhasilan program.

Sebagai programmer, Dr. Kamal menyuguhkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya dimensi spiritual di balik inovasi tersebut, “Model kecil ini merupakan bagian dari upaya menjaga agama dan juga menjaga ilmu-ilmu agama di era digital," jelasnya.

Dr. Kamal juga menjelaskan bahwa pencapaian saat ini merupakan tahap awal dari proses panjang yang akan terus dikembangkan. “Model yang kami rilis saat ini baru mencakup sekitar 5% dari keseluruhan dataset yang akan kami latih ke depannya. Sebagai bentuk keterbukaan akademik, model ini sudah kami unggah di platform Hugging Face agar dapat diakses oleh peneliti lain,” jelasnya.

Senada dengan itu, segala inovasi dan keberhasilan dari program ini akan terus dikembangkan oleh ALII untuk mendukung perkembangan intelektual dengan memanfaatkan teknologi.

Unit ALII UIN Jakarta merupakan lembaga yang berfokus pada pengembangan literasi, riset, dan inovasi di bidang kecerdasan artifisial (AI), khususnya dalam konteks keislaman dan keilmuan multidisipliner. ALII berperan sebagai pusat pengkajian dan penerapan teknologi AI, seperti pengembangan Large Language Model (LLM), untuk mendukung transformasi digital dalam pendidikan, penelitian, serta pengolahan khazanah keilmuan Islam agar lebih adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.

(Meisa Aqilah N.H./Fauziah M./Zaenal M./Fajri Nafisa)

Tag :