Air Al-Qur’an pada Praktek Tambang, #KenalProdi Teknik Pertambangan UIN Jakarta

Air Al-Qur’an pada Praktek Tambang, #KenalProdi Teknik Pertambangan UIN Jakarta

Berita UIN Online - “Dan ternyata bumi ini tuh kayak keren banget. Bikin amaze. Kayak kok bisa sih Tuhan bisa menciptakan bumi sebagus ini

Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta meresmikan Program Studi (Prodi) Teknik Pertambangan pada tahun 2016 dengan misi menyelamatkan dan mengembangkan teknik pertambangan yang terintegrasi dengan ilmu keIslaman disertai dengan nilai pengabdian masyarakat. Saat ini (2026), prodi Teknik Pertambangan di bawah pimpinan Ketua Prodi, Nurmaya Arofah, M.Eng. dan Dewi Ayu Kusumaningsih, M.Sc.

Berdirinya prodi Teknik Pertambangan selama 10 tahun perjalanan dalam mengembangkan ilmu geologi dan bebatuan alam, prodi ini dilirik dengan prospek sistem pengajaran alam yang cukup baru dan berbeda dari fakultas yang terdiri di UIN Jakarta pada umumnya. Ditemui tim Berita UIN Online, mahasiswa Teknik Pertambangan memberikan pernyataan bahwa Teknik Pertambangan merupakan prodi dengan mata kuliah dan ilmu terapan yang kompleks. 

Sering dipertanyakan, pertambangan terkadang menjadi masalah masyarakat, adanya land clearing menjadikan lahan yang dipenuhi dengan pepohonan menjadi gundul akibat galian yang bertujuan untuk mencari sumber daya alam seperti timah, besi, batu bara, emas dan lainnya. Namun, untuk mencapai tahap itu, mahasiswa diajarkan bahwa prosedur penggalian tidak semudah yang dibayangkan. Tentunya, pengajuan dan regulasi ada untuk mengkaji apakah lahan ini dan pihak lainnya layak untuk melaksanakan penggalian di lahan tertentu selain itu, tindakan reboisasi setelah penggundulan juga wajib dilakukan oleh seorang engineer. Di UIN Jakarta, mahasiswa dibekali dengan pengajaran dari sudut pandang Islami.

Mahasiswa Teknik Pertambangan angkatan 2023, Muhammad Rafly Ramadhan mengatakan bahwa masalah dan takdir lingkungan lahan kosong ada pada engineer itu sendiri,  “Masalah itu balik lagi ke si engineer-nya sendiri. Karena semua hal yang dilakukan di pertambangan balik lagi ke si mind engineer-nya. Nah karena Alhamdulillah di UIN ada teknik pertambangan yang kita juga di educate buat belajar tentang cara menambang yang baik versi Islam,” tuturnya.

Ia menjelaskan, adanya pembekalan ilmu dari segi Islami membantu memperkuat iman dan takwa mahasiswa dalam teknik pertambangan. “Bahkan kayak di skripsi kita tuh, kita harus menuangkan air Al-Quran. Jadi karena kita udah di educate dengan etika yang cukup dari pandangan agama di teknik pertambangan. Jadi sebenernya itu balik lagi ya ke si seorang engineer-nya,” tuturnya.

Secara keseluruhan, Teknik Pertambangan turut memberikan pengajaran ilmu dari segi ekonomi, geostatistika dan investasi pertambangan untuk mempelajari untung rugi dari pengoperasian alat berat. Menjadi dasar ilmu pertambangan, ilmu geologi menjadi salah satu pondasi di jenjang S1 Teknik Pertambangan, mata kuliah lapangan juga memberikan pengajaran lapangan untuk menjawab berbagai pertanyaan ‘Bagaimana gunung terbentuk?’, ‘Kenapa di wilayah tertentu tidak ada gunung?’, ‘Kenapa emas banyak terdapat di Papua?’.

Praktik Mata Kuliah Geostatistika, mengolah data spasial menjadi model yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan tambang - Muhammad Rafly Ramadhan

Saat ditanya mengenai kesulitan dalam menjalani mata kuliah di prodi Teknik Pertambangan, Rafly menjelaskan melalui mata kuliah di prodi ini terkhusus mengenai ilmu dasar geologi, rasa kagumnya kepada bumi dan semesta semakin terasa. “Dan ternyata bumi ini tuh kayak keren banget. Bikin amaze. Kayak kok bisa sih Tuhan bisa menciptakan bumi sebagus ini,” tuturnya.

Semakin mempelajari, semakin mengetahui, ia mengatakan proses terciptanya bumi yang berjuta-juta hingga bermiliar-miliar tahun lamanya, hal itu merupakan proses yang panjang dan tidak terbayangkan, “Dan itu bikin amaze,” tuturnya. “Tapi, jujur juga untuk kuliah lapangan geologi ini tuh cukup capek ya,” tambahnya.

Mendalami sesi wawancara, Rafly menjelaskan bahwa di Teknik Pertambangan cukup difasilitasi teori dasar pembelajaran, pengalaman praktik lapangan, difasilitasi lab mineralogi petrologi untuk praktikum mineralogis dan petrologi, adanya lab tekmira atau lab teknologi mineral dan batubara. 

“Kita belajar di situ untuk praktikum perpetaan, surveyor gitu. Terus praktikum mekanika batuan, praktikum mekanika tanah, praktikum peledakan, praktikum pengolahan bahan galian gitu, di lab juga ada tunnel-tunnel buatan buat tambang bawah tanah yang terdapat ventilasi seperti lab batu bara,” jelasnya.

Gambar 1. Alat Blastmate untuk mengetahui Ground Vibration setelah peledakan
Gambar 2. Alat Total Station untuk mengukur koordinat titik elevasi ketinggian
Sumber: Muhammad Rafly Ramadhan

Lengkapnya informasi yang disampaikan Rafly, mata kuliah lapangan menjadi pembelajaran yang paling berkesan. “Karena ternyata seru banget dan kita bisa melihat secara langsung gitu dalam proses penambangan gitu,” tambahnya.

Mengakhiri sesi wawancara, Rafly menjelaskan bahwa keahlian kerjasama tim dan problem solving menjadi satu hal penting yang dimiliki oleh mahasiswa pertambangan karena matakuliah yang dominan berkelompok.

Mengukur strike dan dip, untuk mengetahui orientasi atau posisi suatu bidang batuan terhadap permukaan bumi

Teknik Pertambangan menjadi teknik yang didasar pada data, analisis dan kalkulasi dengan prospek kerja pada perusahaan pertambangan juga bidang eksplosif mineral, konsultan pertambangan, kontraktor tambang dan perusahaan migas atau energi bahkan instansi pemerintahan yang berhubungan.

Mahasiswa Teknik Pertambangan juga aktif pada organisasi himpunan, yang dapat diakses melalui laman sosial media https://www.instagram.com/hitamuin/ dan laman fakultas https://fst.uinjkt.ac.id/en

(Meisa Aqilah/Zaenal M/Fajri Nafisa)