Agendakan Pengukuhan Tujuh Guru Besar Baru, UIN Jakarta Siap Perkuat Kontribusi Keilmuan PTKIN
Gedung Rektorat— UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadwalkan Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Tujuh Guru Besar pada Rabu, 14 Januari 2026, di Auditorium Harun Nasution, Kampus I UIN Jakarta. Pengukuhan tujuh guru besar menjadi bagian dari penguatan peran UIN Jakarta sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang integratif dan berdampak bagi masyarakat.
Tujuh Guru Besar yang akan dikukuhkan berasal dari berbagai bidang keilmuan strategis, yakni Ilmu Komunikasi Politik, Biologi Terapan (Ekologi), Kecerdasan Artifisial. Lalu, Sejarah dan Peradaban Islam, Hukum Ketatanegaraan Islam Perbandingan, Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan Islam, dan Filsafat Islam.
Masing-masing guru besar yang akan dikukuhkan adalah Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Politik, Prof. Dr. Agus Salim, S.Ag., M.Si. sebagai Guru Besar Bidang Biologi Terapan (Ekologi), dan Prof. Husni Teja Sukmana, S.T., M.Sc., Ph.D. sebagai Guru Besar Bidang Kecerdasan Artifisial, Prof. Dr. H. M. Yakub, M.A. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Sejarah dan Peradaban Islam, Prof. Dr. Drs. KH. Mujar Ibnu Syarif, S.H., M.Ag. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Ketatanegaraan Islam Perbandingan.
Selanjutnya, Prof. Dr. H. Mahsusi, M.M. sebagai Guru Besar Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan Islam. Terakhir, Prof. Dr. H. Kholid Al Walid, M.Ag. sebagai Guru Besar Bidang Filsafat Islam.
Dalam keterangannya, Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar M.A. Ph.D. menyampaikan apresiasi atas capaian akademik para dosen yang akan dikukuhkan. Menurutnya, pengukuhan sebagai guru besar merupakan hasil dari proses akademik panjang dengan melibatkan ketekunan, konsistensi riset, dan dedikasi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
“Pengukuhan Guru Besar merupakan capaian tertinggi dalam tradisi akademik. Ini bukan hanya pengakuan atas prestasi personal, tetapi juga penegasan tanggung jawab keilmuan untuk memberi arah, pencerahan, dan solusi atas berbagai persoalan bangsa dan kemanusiaan,” tegas Rektor.
Rektor menambahkan, keberagaman bidang keilmuan para guru besar yang dikukuhkan menunjukkan karakter UIN Jakarta sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di lingkungan Kementerian Agama RI yang konsisten dalam pengembangan integrasi keilmuan keislaman, sains, dan sosial-humaniora secara berimbang.
“Kami berharap para guru besar yang dikukuhkan menjadi rujukan keilmuan, penggerak riset unggulan, serta penjaga etika dan marwah akademik. Kontribusi mereka sangat dibutuhkan, baik dalam penguatan kebijakan publik, pengembangan teknologi, maupun pemajuan peradaban yang berkeadilan,” ujarnya.
Sidang Senat Terbuka dijadwalkan akan dihadiri oleh pimpinan universitas, anggota senat, sivitas akademika, serta tamu undangan dari berbagai institusi pendidikan dan mitra strategis. Kegiatan direncanakan mulai berlangsung pagi jam 08.00 WIB hingga selesai. (Pusat Informasi & Humas LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
