Wisuda ke-140 UIN Jakarta: Rektor Tekankan Mentalitas Adaptif dan Inovasi Berkelanjutan
Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online – Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. menegaskan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi bukanlah proses yang mudah. Menurutnya, perjalanan akademik merupakan perjuangan panjang yang menuntut kemampuan dalam mengelola emosi, tenaga, serta konsistensi diri dalam menghadapi berbagai tantangan.
Pesan tersebut disampaikan Rektor dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana, Magister, dan Doktor ke-140 UIN Jakarta yang resmi mengukuhkan total 1.557 wisudawan, prosesi digelar di Auditorium Harun Nasution, Sabtu (23/5/2026).
Wisuda tahun akademik 2025/2026 ini mengusung tema “Meneguhkan Cita-Cita Kebangsaan dalam Mewujudkan Generasi Digital yang Kompetitif.” Tema tersebut merefleksikan pentingnya menjaga identitas kebangsaan di tengah perkembangan ruang digital yang semakin dinamis.
Dalam sambutannya, Rektor mengajak seluruh wisudawan untuk menghargai proses panjang yang telah mereka lalui dan berbangga atas pencapaian yang diraih. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada para lulusan yang berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4.00 sebagai bentuk dedikasi dan kerja keras yang luar biasa selama menempuh pendidikan.
Meski demikian, Rektor menekankan bahwa keberhasilan akademik bukan satu-satunya faktor penentu kesuksesan di dunia kerja maupun kehidupan sosial. Menurutnya, kemampuan beradaptasi, membangun kepribadian, dan mengelola diri menjadi aspek penting yang harus dimiliki setiap lulusan.
“Tantangan dalam kehidupan kerja dan kehidupan sosial adalah mentalitas dan kepribadian, bukan hanya inteligensia. Banyak pemimpin perusahaan yang mampu berkembang karena dapat mengelola dirinya dan beradaptasi dengan perubahan. Itulah yang disebut sebagai kecerdasan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rektor memaparkan capaian internasional UIN Jakarta yang terus menunjukkan perkembangan positif di tingkat global. Saat ini, UIN Jakarta berhasil menempati peringkat ke-29 dunia dalam bidang Theology, Divinity, and Religious Studies. Menurutnya, capaian tersebut menjadi instrumen penting dalam memperkuat reputasi universitas di mata internasional sekaligus meningkatkan daya saing para lulusan.
Menutup sambutannya, Rektor mengingatkan pentingnya menjaga rekam jejak digital di era keterbukaan informasi saat ini. Ia menilai bahwa perilaku sosial, etika, dan aktivitas digital seseorang akan menjadi bagian penting yang turut dinilai di masa depan.
Selain itu, Rektor juga berpesan agar para wisudawan tidak cepat merasa puas terhadap pencapaian yang telah diraih. Menurutnya, sikap cepat berpuas diri justru dapat menghambat perkembangan diri dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Esok hari penuh dengan tantangan. Karena itu, kita harus terus mempersiapkan diri untuk masa depan,” pungkasnya.
(Khoirillah/Zaenal M./Arifin Ilham/Foto: Tiara Abdhie & Alfin Ilham)