Wisuda ke-140 Hari Kedua: Wisudawan Terbaik Tekankan Daya Saing dan Keunggulan Kompetitif

Wisuda ke-140 Hari Kedua: Wisudawan Terbaik Tekankan Daya Saing dan Keunggulan Kompetitif

Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi mengukuhkan sebanyak 1.557 wisudawan pada Wisuda ke-140 Tahun Akademik 2025/2026, yang terdiri dari Program Sarjana, Magister, dan Doktor. Wisuda berlangsung di Auditorium Harun Nasution, Ahad (24/5/2026).

Dari total jumlah tersebut, sebanyak 789 orang yang telah resmi menjadi wisudawan wisudawati pada hari Minggu 24 Mei 2026. Berasal dari Fakultas Syariah dan Hukum (204 orang), Fakultas Dirasat Islamiyah (43 orang), Fakultas Psikologi (72 orang), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (101 orang), Fakultas Sains dan Teknologi (179), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (90 orang), serta Fakultas Kedokteran (100).

Pada jenjang Magister, predikat wisudawan terbaik diraih oleh Nur Miftahul Jannah dari Program Magister Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum, dengan IPK 3,82 yudisium cum laude. Serta Taslimah dari Program Magister Dirasat Islamiyah Fakultas Dirasat Islamiyah dengan IPK 3,91 cum laude.

Sementara itu, di tingkat sarjana, Muhammad Khosyi Akhdan Sasongko dari Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Syair dan Hukum meraih predikat wisudawan terbaik dengan IPK 4,00 cum laude. Dari Fakultas Dirasat Islamiyah, predikat serupa diraih oleh Alilah Najwa dari Program Studi Dirasat Islamiyah dengan IPK 3,99 cum laude. Dari Fakultas Psikologi, Predikat Wisudawan Terbaik diraih oleh Lucy Rachmawati dari Program Studi Psikologi dengan IPK 4,00 cum laude. Dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Predikat Wisudawan Terbaik diraih oleh Devara Dipa Dirana dari Program Studi Manajemen dengan IPK 4,00 cum laude. Dari Fakultas Sains dan Teknologi, Predikat Wisudawan Terbaik diraih oleh Muhammad Abdul Ghopur dari Program Studi Matematika dengan IPK 3,99 cum laude. Dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Predikat Wisudawan Terbaik diraih oleh Arinatul Ulya dari Program Studi Hubungan Internasional dengan IPK 3,95 cum laude. Serta Dyanata Irdina Anthea dari Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran dengan IPK 3,99 cum laude.

Selain itu, penghargaan khusus skripsi terbaik bidang Ilmu Sosial diberikan kepada Devara Dipa Dirana dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ia menulis skripsi berjudul “Pemodelan dan Peramalan Volatilitas Cryptocurrency Bitcoin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan Emas: Pendekatan Garch”. Serta penghargaan skripsi terbaik bidang Ilmu Sains diberikan kepada Rahma Raudia Faizin dari Fakultas Kedokteran. Ia menulis skripsi berjudul “Gambaran Biodiversitas Bakteri Rongga Mulut dengan deteksi Gen 16s rRNA pada Santri Pengguna Siwak (Salvadora Persica) di Pesantren Al – Fachriyyah Tangerang Selatan”.

Sebagai perwakilan mahasiswa, salah satu wisudawan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Devara Dipa Dirana. Dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh sivitas akademika UIN Jakarta. Tak lupa, permohonan maaf juga disampaikan apabila ada kata atau perbuatan yang kurang berkenan selama menempuh pendidikan. 

Keberhasilan kita di sini tidak lepas dari tangan-tangan ikhlas yang telah membentuk kita. Oleh karena itu, atas nama seluruh wisudawan, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para rektor, para dekan, serta dosen-dosen kami. Terima kasih atas segala ilmu, kesabaran, keteladanan yang telah bapak dan ibu berikan. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya juga apabila selama masa studi kami di kampus ini terdapat salah kata, salah perbuatan, ataupun kekhilafan yang kurang berkenan di hati bapak dan ibu sekalian,” ujarnya.

Melanjut hal itu, ia menegaskan saat ini dunia sedang berubah cepat dimana batas-batas teritorial semakin kabur. Ia menyoroti fenomena sosial yang terjadi belakangan ini, di mana kemajuan teknologi seringkali tidak beriringan dengan kebijaksanaan, serta kebebasan berekspresi di media sosial kerap melupakan etika.

“Banyak sekarang orang mampu menggunakan teknologi, tetapi tidak semua mampu menggunakannya dengan bijak. Banyak yang cepat dan lihai dalam berbicara di media sosial, tapi sedikit yang bisa menjaga etika di dalam menyampaikan pendapat. Banyak yang berlomba menjadi viral, tapi sedikit yang mampu, yang sadar akan bergunanya menjadi seseorang,” ujar nya.

Tidak hanya itu, ia menekankan pentingnya memiliki keunggulan kompetitif atau competitive advantage yang membedakan mereka dari lulusan perguruan tinggi lain. Keunggulan itu, ungkapnya terletak pada integrasi dua hal utama: penguasaan kecerdasan digital dan kompas moral spiritual yang kokoh.

“Keunggulan itu adalah integrasi antara kecerdasan digital dan kompas moral spiritual. Karena tentu teknologi tanpa moralitas hanya akan melahirkan disrupsi yang merusak. Begitu juga sebaliknya moralitas tanpa penguasaan teknologi hanya akan membuat kita tertinggal dan terpinggirkan,” ungkapnya. 

(Nosa Idea/Zaenal M./Sambu Sayyidul./Foto: Azka Raysa)

Tag :