Wisuda Ke-139 UIN Jakarta, Rektor Tekankan Pentingnya Menjadi Man of Value
Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. mengajak para wisudawan untuk tidak hanya berorientasi pada kesuksesan semata, melainkan bertransformasi menjadi pribadi yang memberikan nilai dan dampak positif bagi masyarakat. Pesan ini disampaikan Rektor Prof. Asep dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana, Magister, dan Doktor ke-139 UIN Jakarta di Auditorium Harun Nasution, Sabtu, (07/02/2026).
Wisuda tahun akademik 2025/2026 ini mengangkat tema “Digital Society: Generasi Religius, Smart, dan Berdampak Pada Masyarakat”. Dalam sambutannya, Rektor Asep Jahar mengapresiasi ketangguhan para wisudawan dalam menyelesaikan masa studi. Menurutnya, pencapaian akademik ini diraih melalui proses yang tidak mudah dan penuh tantangan, baik secara material, psikologis, maupun sosial.
“Jangan dikira kelulusan itu mudah. Banyak lika-likunya. Ada yang menunggu kiriman beasiswa, ada yang terpaksa meminjam, bahkan ada yang sambil berjualan untuk terus menyelesaikan studi. Tiap orang mempunyai beban masing-masing,” ujar Rektor Asep Jahar di hadapan wisudawan dan wali mahasiswa.
Kemudian, ia juga menekankan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi, meski membanggakan, bukanlah satu-satunya tiket menuju kesuksesan. Ia mengingatkan lulusan agar tidak terlena dengan angka akademik tanpa dibarengi kemampuan adaptasi yang kuat.
“IPK 3,9 very good, excellent. But it is not the only guarantee that you can be success. Orang yang berhasil adalah dia yang mampu beradaptasi dan mengubah dirinya di dalam perubahan yang terus berkembang di masyarakat,” tegasnya.
Lebih jauh, Rektor Asep Jahar mengutip petuah Albert Einstein untuk memberikan orientasi hidup para sarjana baru. Ia meminta lulusan UIN Jakarta untuk tidak sekadar mengejar jabatan atau pencapaian pribadi, tetapi fokus pada kebermanfaatan.
“Try not to become a man of success, but rather try to become a man of value. Jadilah kalian orang yang berharga. Kehidupan itu hanya bisa diukur dengan value, seberapa bernilai diri Anda untuk orang lain, bukan seberapa Anda sarjana, master, atau doktor,” imbuhnya.
Selain memberikan pesan akademik, Rektor juga memaparkan komitmen UIN Jakarta terhadap isu keberlanjutan melalui program Green Campus dan digitalisasi lewat E-Semesta. Ia menyebutkan bahwa sampah di lingkungan kampus kini telah dikelola secara mandiri melalui pusat daur ulang di kawasan Kampus Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sawangan, Depok, Jawa Barat.
Di penghujung acara, Rektor mengajak seluruh hadirin untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial melalui Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta guna membantu mahasiswa lain yang mengalami kesulitan finansial.
Ajakan ini disambut antusias oleh para hadirin. Dalam waktu singkat, aksi filantropi spontan tersebut berhasil mengumpulkan dana donasi mencapai lebih dari Rp 10 juta. Momen ini menjadi bukti nyata kepedulian sosial civitas akademika UIN Jakarta.
Menutup pidatonya, Rektor Asep Jahar mengingatkan kembali peran penting orang tua dan dosen dalam perjalanan sukses para wisudawan. Ia meminta lulusan untuk tidak melupakan jasa mereka yang telah mengantarkan pada gerbang kesarjanaan.
“Berbuat baiklah kepada orang tua, karena kunci kesuksesan ada di mereka. Selama kalian berbuat baik ke mereka, insya Allah pintu kebaikan dan kemudahan akan terbuka,” pungkasnya.
(Mu'ainun Mubin/Fauziah M./Zaenal M./Tiara Septiana D.)
