Unggul di Akademik dan Organisasi: Nurul Hidayah Berhasil Jadi Wisudawati Terbaik FIKES UIN Jakarta

Unggul di Akademik dan Organisasi: Nurul Hidayah Berhasil Jadi Wisudawati Terbaik FIKES UIN Jakarta

Muainun Mubin Alif Qadafie Adean Zamzani
Tim Redaksi PIH UIN Jakarta

Auditorium Harun Nasution, Berita UIN OnlineMenyelesaikan studi sarjana di Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92 bukanlah pencapaian yang didapat secara instan. Bagi Nurul Hidayah, predikat wisudawati terbaik pada gelaran Wisuda ke-141 UIN Jakarta, Ahad (06/09/2026) di Auditorium Harun Nasution, merupakan muara dari komitmen panjang menyeimbangkan ruang kelas, dinamika organisasi, dan keberanian menembus batas riset ilmiah.

Di balik pencapaian akademiknya yang gemilang, masa perkuliahan Nurul diwarnai oleh ritme aktivitas yang padat. Sebagai penerima Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE), program beasiswa non-pemerintah yang berfokus pada pengembangan soft skills, kepemimpinan, dan kewirausahaan, ia aktif selama kurang lebih tiga tahun dalam Paguyuban KSE UIN Jakarta.

Tak berhenti di situ, ia juga memperluas jejaring dan pengalaman profesionalnya dengan menjadi peserta magang di Indonesian Young Pharmacists Group (IYPG) DKI Jakarta.

“Sebelumnya, selama kuliah aku enggak hanya kuliah saja, tetapi juga ikut beberapa organisasi. Selama kurang lebih tiga tahun aku aktif di Paguyuban KSE UIN Jakarta, lalu internship di IYPG DKI Jakarta. Setelah dinamika ‘kuliah-rapat-kuliah-rapat’ itu, akhirnya aku bisa keluar menjadi wisudawan terbaik,” ujar Nurul mengenang perjuangannya membagi waktu.

Tantangan terberat dalam perjalanan akademik Nurul justru hadir ketika ia melangkah ke tahap penyusunan skripsi. Ia memutuskan untuk mengambil jalur riset yang tergolong  baru di Indonesia, yakni menguji sifat embriotoksisitas dan antiinflamasi menggunakan ekstrak Natural Deep Eutectic Solvents (NADES) dari rimpang bangle (Zingiber purpureum Roscoe) dengan model hewan uji zebrafish (Danio rerio).

Skripsinya yang berjudul “Embryotoxicity dan Uji Antiinflamasi Ekstrak NADES Kolin Klorida-Gliserol Rimpang Bangle (Zingiber purpureum Roscoe) terhadap Zebrafish (Danio rerio)” menuntut tingkat ketelitian yang tinggi. Menggunakan hewan uji dan metode yang belum umum dipakai di laboratorium kefarmasian nasional membuat Nurul harus memulai banyak hal dari nol.

Mengadopsi metode baru berarti siap berhadapan dengan risiko kegagalan berulang. Nurul mengaku sempat berada di titik terendah ketika percobaan ilmiahnya tidak langsung membuahkan hasil.

“Menurut aku, pengalaman yang paling susah selama kuliah itu pas penelitian. Karena aku pakai metode penelitian yang baru dengan hewan uji yang baru di farmasi, itu jadi tantangan terbesar. Kita harus cari dan kulik-kulik metode baru yang enggak gampang. Trial and error-nya banyak banget berkali-kali,” ungkapnya.

Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya surut. Didorong oleh ketekunan pribadi serta bimbingan intensif dari para dosen pembimbing, riset inovatif tersebut akhirnya berhasil dirampungkan dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu kefarmasian.

Keberhasilan menggapai gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) dengan predikat terbaik tak lantas membuat Nurul berpuas diri. Memahami pentingnya legalitas dan kompetensi penuh dalam dunia medis serta kefarmasian, ia memilih untuk langsung melanjutkan pendidikannya.

Sejak 1 September 2026, Nurul telah resmi tercatat sebagai mahasiswi Program Studi Profesi Apoteker di UIN Jakarta.

“Kebetulan aku juga sudah kuliah Profesi Apoteker, sudah masuk dari 1 September lalu. Jadi, aku lanjut untuk Profesi Apoteker dulu, baru kemudian terjun ke dunia karier,” pungkasnya.

Perjalanan Nurul Hidayah memberikan gambaran bahwa keunggulan akademik dan keaktifan berorganisasi dapat berjalan beriringan. Keberaniannya keluar dari zona nyaman penelitian, dipadukan dengan komitmen belajar yang konsisten, menjadi modal berharga bagi langkahnya di dunia kesehatan kelak. 

Saksikan selengkapnya prosesi Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktoral ke-141 pada Minggu (06/08/2026) melalui kanal YouTube resmi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berikut ini: