UIN Jakarta Kukuhkan Tujuh Guru Besar, Rektor Tekankan Integritas dan Pengabdian Akademik
Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online — UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Tujuh Guru Besar di Auditorium Harun Nasution, Rabu (14/01/2025). Kegiatan ini menjadi momentum peneguhan komitmen universitas dalam memperkuat tradisi keilmuan, integritas akademik, serta pengembangan ilmu pengetahuan yang berakar pada nilai-nilai Islam dan kebangsaan.
Sidang senat terbuka tersebut dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Ketua Senat UIN Jakarta Prof. Dr. KH. Dede Rosyada, M.A., Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ahmad Tholabi S.Ag., S.H., M.H., M.A., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Prof. Dr. Imam Subchi, M.A., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D., dekan fakultas, seluruh sivitas akademika, serta para tamu undangan.
Dalam sambutannya, Prof. Asep Saepudin Jahar menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar merupakan capaian akademik tertinggi yang sekaligus mengandung tanggung jawab besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Guru besar adalah pencapaian akademik tertinggi, tetapi sekaligus amanah yang melekat secara esensial di mana pun berada. Ilmu tidak untuk diri sendiri, melainkan untuk masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pengukuhan Guru Besar ini merupakan momentum historis yang menandai puncak perjalanan intelektual seorang akademisi, pengakuan atas integritas keilmuan, serta komitmen untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan yang memberi kemaslahatan bagi peradaban.
ia menyampaikan bahwa dalam tradisi Islam, ilmu pengetahuan menempati kedudukan yang sangat luhur. Namun, ilmu tidak berhenti pada akumulasi pengetahuan, melainkan harus bertransformasi menjadi kebajikan sosial, keadilan, dan pencerahan peradaban.
“Ilmu yang tidak memberi manfaat justru harus dihindari. Karena itu, integritas, etika, dan orientasi kemaslahatan harus menjadi ruh dalam pengembangan keilmuan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Beliau juga menegaskan posisi UIN Jakarta sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) terdepan di Indonesia yang memiliki tradisi intelektual kuat. Ia menyebut tokoh-tokoh pendahulu UIN, seperti Harun Nasution dengan gagasan pembaruan Islam dan Azyumardi Azra dengan modernisasi kelembagaan UIN, sebagai fondasi penting bagi pengembangan universitas hingga saat ini.
“Kita melanjutkan estafet para pendahulu untuk memastikan UIN terus eksis dan berkontribusi dalam pembangunan pendidikan Islam ke depan,” tegasnya.
Ia juga berpesan kepada para Guru Besar yang dikukuhkan agar terus menjaga komitmen pengabdian dan integritas keilmuan. Menurutnya, kewajiban administratif seperti riset dan publikasi merupakan syarat minimal, sementara esensi Guru Besar terletak pada dedikasi terhadap ilmu dan masyarakat.
“Mengabdi jangan semata karena kewajiban atau tunjangan, tetapi karena cinta kepada ilmu dan tanggung jawab kepada umat,” pesannya.
Menutup sambutannya, Prof. Asep berharap pengukuhan Guru Besar ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi sivitas akademika dan generasi muda untuk terus menapaki jalan ilmu pengetahuan yang bermartabat, beretika, dan bermanfaat bagi kemanusiaan.
Tonton Orasi Ilmiah dalam Pengukuhan Guru Besar selengkapnya di link berikut, https://www.youtube.com/live/rMhZXzVNBaU?si=OnP1iY--nU6BaAtx.
(Putri Khoirina N./Zaenal M./Tiara Septiana D./Pusat Informasi dan Humas)
