Rektor PTKIN Apresiasi AIUA 2026 di UIN Jakarta, Perkuat Kolaborasi Kampus Islam Hadapi Tantangan Global

Rektor PTKIN Apresiasi AIUA 2026 di UIN Jakarta, Perkuat Kolaborasi Kampus Islam Hadapi Tantangan Global

Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online – Pelaksanaan International Seminar and Annual General Meeting The Asian Islamic Universities Association (AIUA) 2026 dengan tema “Transforming Islamic Higher Education for Advancing Global Peace, Resilience, and Inclusive Development” di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mendapat apresiasi dari para rektor perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) yang berlangsung di auditorium Harun Nasution, Rabu (24/6/2026). Forum yang mempertemukan pimpinan perguruan tinggi Islam dari berbagai negara ASEAN tersebut dinilai menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi akademik sekaligus merespons berbagai tantangan global melalui pendidikan tinggi Islam.

Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Dr. Lukman Thahir, M.Ag., mengatakan bahwa AIUA menjadi forum penting dalam pengembangan perguruan tinggi Islam di kawasan ASEAN. Menurutnya, berbagai isu yang dibahas dalam seminar internasional tersebut menunjukkan besarnya peran perguruan tinggi dalam menghadapi persoalan global, termasuk radikalisme dan tantangan yang dihadapi kampus Islam saat ini.

"Kegiatan ini sangat strategis dalam pengembangan perguruan tinggi keislaman yang berada di ASEAN. Banyak hal yang kita dapati terkait seberapa jauh peran perguruan tinggi dalam menghadapi isu-isu radikalisme agama, serta pengembangan posisi UIN di seluruh Indonesia dalam menghadapi tantangan global yang ada saat ini," ujarnya.

Ia menambahkan, Selain seminar internasional, forum tersebut juga menjadi momentum penting untuk memilih kepemimpinan baru AIUA periode 2026–2028 yang diharapkan mampu memperkuat kerjasama antar perguruan tinggi Islam.

"Kita ada satu kegiatan yaitu pemilihan ketua asosiasi perguruan tinggi islam di ASEAN ini yang tentunya kita berharap dengan terpilihnya nanti ketua yang baru ini, kolaborasi lintas perguruan tinggi itu akan terjaga lalu kemudian pengembangan pertukaran pelajar, penelitian, dan sebagainya itu akan mendapatkan posisi yang strategis," katanya.

Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D., menilai tema yang diangkat dalam seminar internasional AIUA sangat relevan dengan kondisi masyarakat global saat ini yang diwarnai polarisasi sosial, kompetisi ekonomi, hingga perkembangan teknologi yang mempengaruhi kehidupan masyarakat.

"Saya menyambut baik topik yang dibahas karena menyangkut bagaimana kita membangun ekosistem yang menghargai perbedaan, menjunjung tinggi prinsip-prinsip perdamaian, dan kohesi sosial di antara berbagai kelompok masyarakat," tuturnya.

Menurutnya, universitas Islam memiliki modal besar untuk berkontribusi dalam membangun masyarakat yang damai melalui pendekatan integrasi ilmu pengetahuan. Perguruan tinggi, perlu membuka ruang dialog yang mempertemukan kajian keagamaan dengan ilmu sosial, humaniora, sains, teknologi, hingga kedokteran untuk memupuk cara pandang yang inklusif.

“Saya percaya bahwa Universitas Islam bisa memainkan peran yang signifikan untuk berkontribusi, mewujudkan masyarakat yang berkomitmen terhadap perdamaian dan kohesi sosial. Kita terbuka pada ilmu sosial, pada humaniora, pada sains, teknologi, kedokteran, karena dengan keterbukaan itu mahasiswa dan semua sivitas akademika bisa juga berpikir terbuka,” ungkapnya.

Menurutnya, selain penguasaan ilmu pengetahuan, mahasiswa juga perlu membangun karakter yang kuat agar mampu menjadi pemimpin masa depan yang berkontribusi terhadap perdamaian dan kohesi sosial. 

"Bangun kemampuan berkomunikasi dengan baik, belajar bagaimana berperilaku sebagaimana mestinya. Kejujuran, amanah, karena integritas itu sangat penting. Lalu juga sikap inklusif, terbuka, serta menghargai perbedaan. Ini fondasi-fondasi karakter yang harus terus kita bangun. Insya Allah dengan semua itu saya kira kita akan bisa menghadirkan generasi yang berada di depan untuk selalu mendukung perdamaian dan kohesi sosial ," pungkasnya.

(Nosa/Zaenal/Arifin/Foto: Azka Raysa Pratama)