Pesan Alumni Untuk Wisudawan: Belajar, Adaptasi, dan Berkarakter Kunci Survive di Dunia Kerja
Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online – Alumni Program Studi Teknik Informasi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sidiq Permana, sampaikan sambutan inspiratif dalam acara Wisuda ke-139 UIN Jakarta di Auditorium Harun Nasution, Ahad (8/2/2026). Dalam sambutannya, ia mengajak para wisudawan untuk lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Sidiq Permana merupakan alumni Program Studi Teknik Informasi FST UIN Jakarta angkatan 2006. Saat ini ia berkiprah sebagai Founder sekaligus Chief Innovation Officer (CIO) NBS di PT Kode Aplikasi Indonesia. Ia juga tergabung sebagai Google Developer Expert serta aktif sebagai kontributor teknologi dan open source.
Dalam sambutannya, Sidiq menjelaskan bahwa NBS berawal dari lingkungan akademik FST UIN Jakarta dan dibangun oleh para alumni Teknik Informasi serta Sistem Informasi FST UIN Jakarta. Ia menegaskan bahwa alumni UIN Jakarta memiliki peluang yang sama untuk bersaing dan berkontribusi di industri teknologi nasional maupun global, asalkan memiliki kemauan dan semangat yang tinggi dalam belajar dan berusaha.
“NBS lahir di FST UIN Jakarta, Teknik Informasi dan Sistem Informasi. Foundernya semua anak-anak UIN Jakarta. Ini membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil untuk alumni, khususnya alumni UIN Jakarta untuk bermimpi membangun perusahaan dan mengambil peran di industri teknologi nasional bahkan global,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti kondisi dunia kerja di Indonesia saat ini yang menurutnya sedang tidak baik-baik saja. Ia menggambarkan ketatnya persaingan industri, khususnya di bidang teknologi, yang menuntut kualitas dan kesiapan. Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat juga menuntut lulusan untuk terus meningkatkan kompetensi, serta mampu beradaptasi dengan perubahan.
“Ketika perusahaan kami membuka lowongan kerja, yang melamar itu ratusan orang. Kompetisinya sangat keras, tapi yang benar-benar sesuai dengan kualifikasi itu cuma kurang dari 10 persen. Belum lagi dengan hadirnya AI yang semakin hari semakin canggih, ini menuntut para lulusan untuk memiliki kompetensi yang tidak hanya linear dengan bidang keilmuannya saja, tapi juga harus mampu beradaptasi agar bisa survive di dunia industri saat ini,” ujarnya.
Sidiq menekankan pentingnya komitmen sebagai pembelajar seumur hidup. Ia mengingatkan para wisudawan agar tidak cepat berpuas diri dengan keilmuan yang dimiliki saat ini. Menurutnya, para lulusan perlu untuk memiliki keahlian yang kuat secara vertikal sesuai dengan bidang keilmuan, tetapi juga harus terbuka untuk mempelajari hal-hal baru secara horizontal. Karena bisa saja ilmu yang kita pelajari hari ini sudah tidak relevan di masa yang akan datang.
“Setelah lulus saya harap kalian tidak menghilangkan komitmen sebagai pembelajar seumur hidup. Kita hebat secara vertikal, pada bidang keilmuan kita. Tetapi juga harus terbuka untuk belajar hal-hal baru. Jangan cepat berpuas diri, karena disrupsi itu tidak menyenangkan dan menuntut kita untuk bisa beradaptasi, bertumbuh, berkembang, dan belajar. Karena bisa saja apa yang kita pelajari sekarang, 2 atau 3 tahun kedepan itu sudah usang dan tidak relevan lagi,” jelasnya.
Selain penguasaan terhadap keilmuan, karakter dan pengalaman juga menjadi modal penting bagi lulusan untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Ia menilai bahwa kemampuan membangun jejaring akan sangat membantu untuk bertahan dan berkembang di dunia industri.
“Ketika punya karakter, kita bisa mulai untuk membangun jejaring dari sekarang. Experience itu penting untuk kita bawa setelah lulus nanti, agar kita punya kaki untuk tetap berjejaring dan survive di dunia kerja,” ujarnya.
Dengan demikian, Sidiq berharap para lulusan UIN Jakarta dapat terus berkarya, berinovasi, dan bertumbuh. Ia mengajak para lulusan UIN Jakarta untuk tidak berhenti pada capaian gelar, tetapi terus belajar dan mengembangkan diri agar dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Saya berharap teman-teman bisa terus berkarya, berinovasi, bertumbuh, dan berdampak untuk menghasilkan kebermanfaatan. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa menghasilkan kebermanfaatan,” pungkasnya.
(Hilya Hafiza S./Fauziah M./Zaenal M./Fajri Nafisa/Foto: Azka Raysa P.)
