Mengenal Profil Alumni UIN Jakarta: Halim Ambiya, Pendiri Pondok Tasawuf Underground

Mengenal Profil Alumni UIN Jakarta: Halim Ambiya, Pendiri Pondok Tasawuf Underground

Jakarta, Berita UIN Online Di antara deretan alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang sukses dan inspiratif, ada satu nama yang cukup unik dan menarik perhatian, yaitu Halim Ambiya, pendakwah sekaligus pendiri Pondok Tasawuf Underground.

Abdul Halim Ambiya merupakan lulusan Program Studi Aqidah Filsafat Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia dikenal sebagai seorang yang aktif berdakwah untuk kalangan anak punk dan anak jalanan. 

Selama lebih dari dua dekade, pria yang kini berusia 50 tahun itu telah mengabdikan hidupnya untuk membimbing dan mendampingi anak-anak jalanan, komunitas punk, hingga kelompok marginal lainnya untuk menemukan jalan spiritual mereka. Tak jarang Halim Ambiya dijuluki sebagai “Ustadznya Para Anak Jalanan”. 

Halim Ambiya juga mendirikan Pondok Tasawuf Underground pada tahun 2012, sebuah komunitas yang menyediakan tempat bagi anak punk dan anak jalanan. Ia mengajarkan ilmu tasawuf dengan cara sederhana dan dan menggunakan bahasa yang dekat dengan kehidupan mereka agar mudah dipahami. 

Sebagai pendakwah, Halim Ambiya tidak hanya berdakwah di masjid atau di dalam ruang kajian. Ia juga sering ke kolong-kolong jembatan, stasiun, terminal, dan lokasi tempat mereka berhimpun untuk diajak mengaji, berdiskusi dan meninggalkan sisi gelap jalanan.

Halim Ambiya telah menginspirasi banyak orang dengan ketulusannya selama menjalankan dakwah sosial. Atas dedikasi dan kontribusinya dalam membina anak jalanan dan memberikan pendidikan kepada kaum marjinal, ia berhasil meraih penghargaan People and Inspiration Awards 2022 untuk Kategori Pendidikan.

Sampai saat ini, Halim Ambiya terus menjadi sumber inspirasi, membuktikan bahwa dakwah bukan hanya tentang kata-kata, tetapi juga tindakan yang membawa perubahan. Menurutnya, setiap manusia memiliki peluang untuk berubah, dan tugasnya adalah membantu dan menemani mereka dalam proses tersebut.

(Sabila Weliza/Fauziah M./Amalia Vilistin)

 

Tag :