Komitmen pada Pengembangan Pendidikan Nasional, FITK UIN Jakarta Bersama Mendikdasmen Kenalkan Konsep Deep Learning
Jakarta, Berita UIN Online – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta gelar webinar nasional dengan tema ”Pembelajaran Mendalam (deep learning): Konsep dan Implementasi” Senin (17/02/2025). Webinar diikuti oleh lebih 4000 peserta yang terdiri dari tenaga pendidik, siswa, peneliti, tenaga kementerian, serta mahasiswa yang menaruh minat pada inovasi baru bernama pembelajaran mendalam.
Webinar ini merupakan bentuk kerjasama antara FITK UIN Jakarta, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, khususnya Tim Pengembang Pembelajaran Mendalam (TPPM) dan Center for Education and Research Training and Development atau CertDev, yakni salah satu bagian dari FITK yang berfokus pada edukasi, penelitian latihan dan pengembangan.
Webinar dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Prof. Siti Nurul Azkiyah, M.Sc., Ph.D. dan Pembicara Utama dari Tim Pengembang Pembelajaran Mendalam (TPPM) Kemendikdasmen RI yang merupakan tenaga pengajar di FITK UIN Jakarta, Nur Luthfi Rizqa Herianingtiyas, M. Pd.
Sambutan Dekan FITK UIN Jakarta, Prof. Nurul Azkiyah membuka webinar ini. Nurul mengenalkan bahwa deep learning mampu membantu para siswa untuk mengembangkan kompetensinya dan meningkatkan literasi sehingga kualitas pendidikan indonesia dapat bersaing dengan global.
Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar dalam sambutannya juga menambahkan deep learning sebagai paradigma pembelajaran baru. Rektor menyebutkan, konsep deep learning merupakan inovasi yang merespon tantangan zaman. Selain harapan untuk seluruh lembaga pendidikan, Rektor juga mengingatkan civitas UIN Jakarta agar bisa mengambil manfaat dan turut mempraktekan konsep ini.
“Konsep deep learning dengan segala inovasinya bukan hanya bermanfaat bagi civitas pendidikan menengah dan dasar, tetapi juga dapat diambil apa yang bisa dipraktekan pada perguruan tinggi,” kata Rektor.
Dalam sambutannya, Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti, yang juga merupakan guru besar UIN Jakarta di bidang Pendidikan Agama Islam mengatakan, deep learning direncanakan akan digunakan pada tahun ajaran baru, tepatnya ajaran 2025/2026 mendatang. Beberapa sekolah yang dianggap siap sudah dapat mempraktikan terlebih dulu deep learning ini, sebelum nantinya akan digunakan sebagai pendekatan resmi nasional dalam pembelajaran sekolah menengah dan dasar.
“Deep learning akan digunakan sebagai sistem pembelajaran nasional. Harapannya, hal ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan dalam negeri dan membantu siswa untuk mencapai potensi terbaiknya,” ujar Prof. Abdul Mu’ti.
Mendikdasmen sebagai inisiator yang mengenalkan konsep deep learning pertama kali di publik menjelaskan latar belakang yang akhirnya membuat pemerintah gencar mengembangkan framework dari deep learning. Hal ini bertujuan agar deep learning segera dapat diberlakukan.
Deep learning perlu segera diberlakukan berdasarkan berbagai kritik tentang capaian pembelajaran yang rendah. Mulai dari segi skor pisa yang diterbitkan oleh OECD, kemudian berbagai penelitian tentang fenomena schooling without learning, anak anak pergi sekolah tetapi tidak belajar menyebabkan kemampuan belajar yang rendah, lemahnya basic knowledge dan literasi yang bermasalah, serta pendekatan yang digunakan tenaga pendidik kurang mampu untuk mendorong minat belajar siswa, seperti surface learning dan competency learning.
Sesi utama dibawakan oleh Dosen FITK UIN Jakarta yang tergabung dalam Tim Pengembang Pembelajaran Mendalam (TPPM) Kemendikdasmen, Nur Luthfi Rizqa Herianingtiyas, M. Pd.,. Deep learning sendiri merupakan pembelajaran dengan pendekatan memuliakan dengan meniciptakan suasana belajar meaningful, mindful dan joyful. Prinsip dasarnya adalah berkesadaran, bermakna dan menggembirakan. Menariknya, Rizqa mengingatkan bahwa menggembirakan bukan dalam artian ruang belajar yang penuh canda tawa, melainkan ruang belajar yang dipenuhi oleh tantangan yang memotivasi.
“Ciptakan suasana kelas yang melibatkan siswa, buat mereka berada dalam tantangan sehingga keluar ide ide baru. Bahkan, siswa dapat lupa waktu bahwa jam pelajaran sudah selesai karena keasyikkan mengekspresikan kegembiraan dalam pikiran mereka,” kata Rizqa.
Setelah pemaparan usai, sesi tanya jawab dibuka dan langsung dipenuhi oleh respon aktif peserta.Banyak yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai deep learning ini. Menyambut hal tersebut, FITK UIN Jakarta akan membuka diklat pendampingan dalam pembuatan RPP untuk deep learning dalam waktu dekat.
UIN Jakarta terus berkomitmen dalam pembangunan nasional, terkhusus pendidikan dalam negeri lewat giat penelitian, pelatihan dan edukasi. UIN Jakarta dengan CertDev FITK UIN Jakarta membantu menyediakan berbagai diklat untuk kebutuhan, baik tenaga pengajar maupun pendidikan secara umum. Indonesia Emas 2045 dapat terwujud dengan menyiapkan SDM sebaik mungkin, dan UIN Jakarta selalu siap dalam menyambut hal tersebut.
Untuk informasi selengkapnya mengenai webinar nasional ”Pembelajaran Mendalam (deep learning): Konsep dan Implementasi” dapat diakses di youtube FITK UIN Jakarta melalui link berikut: https://www.youtube.com/live/PCX9D40Gx_4?si=AmRoH237JBqqTlOk
(M. Hanif Al-Fatih/Fauziah M./Amalia Vilistin)