#KABARFAKULTAS Kementerian Haji dan Umrah Gandeng UIN Jakarta dan AMPHURI Gelar Sertifikasi Pembimbing Ibadah Angkatan III 2026
FDIKOM, Berita UIN Online - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia bekerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) resmi membuka kegiatan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Angkatan III Tahun 2026. Acara dilaksanakan di Hotel Golden Tulip Tangerang, Sabtu, (24/01/2026).
Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Dr. H. Puji Raharjo, S.Ag., SS., S.Hum., Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Jakarta, Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si., serta Ketua Umum DPP AMPHURI, H. Firman M. Nur., M.Sc.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Dr. H. Puji Raharjo, S.Ag., SS., S.Hum., secara resmi membuka acara tersebut dengan melakukan penyematan ID Card kepada peserta secara simbolis. Dalam pemaparan materinya, ia menegaskan bahwa peran pembimbing sangatlah krusial karena ibadah haji memiliki dimensi sosial dan peradaban yang luas.
“Ibadah haji bukan hanya ritual individual, melainkan juga memiliki dimensi sosial dan peradaban. Penyelenggaraan haji merupakan amanat konstitusional negara, sehingga membutuhkan sumber daya manusia pembimbing yang kompeten dan berintegritas,” ucapnya.
Hal ini diperkuat oleh Dekan FDIKOM Prof. Dr. Gun Gun Heryanto yang memandang sertifikasi ini sebagai jembatan antara aspek akademik dan praktis. Ia menekankan bahwa pembimbing masa kini tidak boleh hanya terpaku pada penguasaan fiqih, tetapi juga wajib menguasai seni komunikasi dakwah dan kepemimpinan agar mampu membimbing jemaah secara efektif di lapangan.
Ketua Umum DPP AMPHURI, H. Firman M. Nur., M.Sc, menjelaskan bahwa peran pembimbing sangat krusial dalam mewujudkan visi Tri Sukses Penyelenggaraan Haji yang mencakup sukses ritual ibadah, penguatan ekosistem ekonomi haji, serta pencapaian nilai keadaban dan peradaban.
Kegiatan yang berlangsung selama delapan hari dari 24 Januari 2026 hingga 30 Januari 2026 ini diikuti oleh 93 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti Jabodetabek, Jawa, hingga Sumatera dan Kalimantan.
Seluruh peserta akan mendalami kurikulum yang komprehensif, mulai dari materi dasar mengenai regulasi, materi inti yang mencakup filosofi dan fiqih haji, hingga materi penunjang seperti teknologi informasi dan pembangunan karakter.
(Rilis Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi)
