Dukung Pendidikan Calon Dokter, FK UIN Jakarta Luncurkan M.K. Tadjudin Scholarship

Dukung Pendidikan Calon Dokter, FK UIN Jakarta Luncurkan M.K. Tadjudin Scholarship

Gedung FK, Berita UIN Online Fakultas Kedokteran (FK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta didukung lembaga sosial kemanusiaan Social Trust Fund (STF) UIN Jakarta resmi meluncurkan Professor Dr. M.K. Tadjudin Scholarship. Program beasiswa ini diharapkan dapat mendukung mahasiswa Program Studi Kedokteran dan Program Profesi Dokter dalam menyelesaikan pendidikan dan penelitian mereka.

Peluncuran program beasiswa dilakukan bertepatan dengan rangkaian Dies Natalis ke-21 FK UIN Jakarta yang berlangsung di Auditorium M.K. Tadjudin, Sabtu (13/6/2026). Peluncuran dan penyerahan beasiswa dihadiri Direktur STF UIN Jakarta Prof. Amelia Fauzia, Ph.D., keluarga besar Prof. M.K. Tadjudin yang diwakili Safarayana Tadjudin dan Rifai Tadjudin, jajaran pimpinan fakultas, dosen, serta mahasiswa penerima beasiswa.

Dalam keterangan resmi fakultas, program beasiswa diinisiasi Fakultas Kedokteran UIN Jakarta untuk membantu mahasiswa Program Sarjana Kedokteran dan Program Profesi Dokter yang memiliki prestasi akademik, semangat belajar tinggi, serta komitmen pengabdian kepada masyarakat. Bantuan diberikan dalam bentuk dukungan biaya pendidikan maupun penelitian, khususnya bagi mahasiswa yang menghadapi tantangan pembiayaan pada tahap akhir studi. Program didukung STF UIN Jakarta, Keluarga beasr almarhum Prof. M.K. Tadjuddin, dan pimpinan UIN Jakarta.

Dekan FK UIN Jakarta, Dr. dr. Achmad Zaki, M.Epid., Sp.OT., FICS, menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Prof. M.K. Tadjudin dan STF UIN Jakarta yang secara konsisten mendukung keberlangsungan pendidikan mahasiswa kedokteran.

“Beasiswa ini bukan hanya bantuan finansial, tetapi juga bentuk kepercayaan dan dukungan kepada mahasiswa agar dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik serta terus mengembangkan potensinya sebagai calon dokter yang akan mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan dokter merupakan proses panjang yang membutuhkan dukungan berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi antara fakultas, alumni, keluarga besar tokoh pendidikan, dan lembaga filantropi menjadi sangat penting untuk memastikan mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan secara optimal.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Social Trust Fund UIN Jakarta, Prof. Amelia Fauzia, M.A. Ph.D., mengapresiasi inisiatif FK UIN Jakarta. Ia menjelaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu fokus utama program filantropi yang turut dikembangkan STF UIN Jakarta. 

Melalui berbagai kolaborasi berbagai pihak, STF berupaya memperluas akses pendidikan dan membantu mahasiswa mencapai cita-citanya.

“Pendidikan memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan. Karena itu, kami terus berupaya menghadirkan berbagai program yang dapat mendukung mahasiswa agar tetap fokus belajar dan mengembangkan kapasitas dirinya,” jelasnya.

Selain menjadi bantuan pendidikan, program ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya dokter-dokter yang unggul, berintegritas, berjiwa kemanusiaan, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Melalui dukungan berbagai pihak, FK UIN Jakarta berharap semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi akademiknya dan menyelesaikan pendidikan dengan baik.

Nama Prof. Dr. dr. M.K. Tadjudin sendiri memiliki arti penting dalam sejarah pendidikan kedokteran Indonesia dan perkembangan Fakultas Kedokteran UIN Jakarta. Lahir di Batavia (kini, Jakarta) pada 3 Januari 1937, ia menempuh pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sebelum melanjutkan studi biologi kedokteran dan genetika manusia di Universitas McGill, Kanada. Karier akademiknya berkembang pesat hingga dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 1984 dan kemudian dipercaya menjabat sebagai Rektor Universitas Indonesia periode 1994–1998.

Meski pernah menduduki jabatan tertinggi di salah satu perguruan tinggi terbaik Indonesia, Prof. M.K. Tadjudin memilih melanjutkan pengabdiannya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ketika Rektor UIN Jakarta kala itu, almarhum Prof. Azyumardi Azra, merintis Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Ia menjabat sebagai dekan sejak 2004 hingga 2015 dan menjadi salah satu tokoh utama yang meletakkan fondasi pengembangan pendidikan kedokteran di UIN Jakarta. Setelah purnatugas, ia tetap mengajar sebagai dosen hingga akhir hayatnya pada 5 Mei 2017.

(Rilis FK UIN Jakarta)

Tag :