Deretan Wisudawan Terbaik di Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-139 UIN Jakarta
Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online — UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi kukuhkan deretan wisudawan terbaik pada prosesi Wisuda ke-139 yang diselenggarakan di Auditorium Harun Nasution, Minggu (8/2/2026). Mengusung tema “Digital Society: Generasi Religius, Smart, dan Berdampak pada Masyarakat”, UIN Jakarta berikan apresiasi kepada para lulusan yang berhasil mencatat prestasi akademik tertinggi dari berbagai fakultas.
Pada wisuda ke-139 ini, UIN Jakarta resmi mengukuhkan 930 wisudawan. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (228 orang), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (120 orang), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (118 orang), serta Fakultas Syariah dan Hukum (103 orang).
Selanjutnya, Fakultas Adab dan Humaniora (95 orang), Fakultas Sains dan Teknologi (82 orang), Fakultas Ushuluddin (64 orang), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (38 orang), Fakultas Dirasat Islamiyah (30 orang), Sekolah Pascasarjana (28 orang), Fakultas Psikologi (16 orang), dan Fakultas Ilmu Kesehatan (8 orang).
Dari total lulusan tersebut, jenjang Doktoral mengukuhkan Bobi Erno Rusadi dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3.89. Sementara pada jenjang Magister, predikat lulusan terbaik diberikan kepada Siti Ida Husniati dari prodi Hukum Keluarga dengan IPK 3.86, dan Tanjung Kunti Yuniasari dari prodi Agribisnis dengan IPK 3.76.
Pada jenjang Strata 1, predikat wisudawan terbaik diberikan kepada Hilmi Anwar Al Mughni dari prodi Pendidikan Agama Islam dengan IPK 3.62, Amalia Putri Pebryanti dari prodi Hukum Tata Negara dengan IPK 3.98, Nurul Dea Amalia dari prodi Psikologi dengan IPK 3.57, Vita Nuraini dari prodi Matematika dengan IPK 3.97, serta Tiana Nurhaliza Utami dari prodi Hubungan Internasional dengan IPK 3.65.
Wisudawan terbaik dari Fakultas Sains dan Teknologi, Vita Nuraini, menyampaikan sambutan mewakili seluruh wisudawan. Ia menyampaikan bahwa lulusan UIN Jakarta tidak hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan akademik saja, tetapi juga dibekali dengan nilai-nilai keislaman sebagai landasan moral dalam memanfaatkan kemajuan teknologi.
“Menjadi generasi muda di era digital tidak cukup hanya menguasai teknologi. Tetapi juga dituntut untuk menjadi generasi religius yang menjadikan nilai keimanan sebagai landasan, generasi smart yang mampu berpikir kritis dan adaptif, serta generasi yang berdampak dengan menghadirkan solusi dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa capaian akademik dan gelar yang diraih bukanlah tujuan akhir, melainkan modal awal bagi para wisudawan untuk menghadirkan kontribusi nyata kepada masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.
“Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan hendaknya tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi saja, tetapi dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata kepada masyarakat. Dengan demikian, lulusan UIN Jakarta tidak hanya dinilai dari capaian akademiknya saja, melainkan dari sejauh mana dapat memberi manfaat, menghadirkan solusi, serta membawa perubahan positif bagi masyarakat,” pungkasnya.
(Hilya Hafiza S./Fauziah M./Zaenal M./Fajri Nafisa/Foto: Azka Raysa P.)
