Ini Deretan Wisudawan Terbaik pada Wisuda ke-140!

Ini Deretan Wisudawan Terbaik pada Wisuda ke-140!

Auditorium Harun Nasution, Berita UIN Online UIN Syarif Hidayatullah Jakarta secara resmi mengukuhkan deretan wisudawan terbaik pada prosesi Wisuda ke-140 yang diselenggarakan di Gedung Auditorium Utama, Sabtu, (23/5/2026). Mengusung tema “Meneguhkan Cita-Cita Kebangsaan dalam Mewujudkan Generasi Digital yang Kompetitif”, UIN Jakarta memberikan apresiasi kepada lulusan yang berhasil mencatatkan prestasi akademik tertinggi serta karya ilmiah terbaik di berbagai disiplin ilmu.

Pada wisuda periode ini, UIN Jakarta meluluskan sebanyak 1557 wisudawan wisudawati. Diantaranya Sekolah Pascasarjana (32 orang), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (288 orang), Fakultas Adab dan Humaniora (108 orang), Fakultas Ushuluddin (100 orang), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (132 orang).

Selanjutnya, Fakultas Syariah dan Hukum (204 orang), Fakultas Dirasat Islamiyah (43 orang), Fakultas Psikologi (72 orang), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (101 orang), Fakultas Sains dan Teknologi (179 orang), Fakultas Ilmu Kesehatan (108 orang), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (90 orang), Fakultas Kedokteran (100 orang). 

​Dari total lulusan tersebut, Sekolah Pascasarjana mengukuhkan Abdul Hafiz sebagai wisudawan terbaik Program Doktor PAI dengan IPK 3.76 dan sukses meraih predikat kelulusan Pujian (Cum Laude).

Adapun pada jenjang Sarjana, sejumlah lulusan berhasil mencatatkan prestasi akademik unggul, seperti Salsabila Azahra dari FITK  meraih IPK sempurna 4,00.

Selain capaian akademik, UIN Jakarta juga memberikan penghargaan kepada karya ilmiah terbaik dari berbagai bidang keilmuan. Pada bidang Humaniora/Studi Islam, penghargaan diberikan kepada Alfiena May Shafa’ati dari Fakultas Adab dan Humaniora melalui penelitian berjudul “Gender of Performativity as Resistance: Beatrice Prior’s Struggle Against Patriarchal System in Divergent (2014)”.  Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi UIN Jakarta terhadap dedikasi dan kontribusi akademik mahasiswa dalam menghasilkan penelitian yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Suasana khidmat seketika berubah menjadi penuh haru saat perwakilan wisudawan terbaik, Mafatihatul Maghfiroh, menyampaikan sambutannya di atas podium. Wisudawati dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab ini menyampaikan pesan mendalam mengenai arti sebuah perjuangan dan ketahanan proses selama mengenyam bangku perkuliahan.

Dalam sambutannya, Mafatihatul menegaskan bahwa pencapaian akademik tertinggi bukanlah hasil dari kecerdasan semata. “Menjadi sarjana bukan sekadar soal siapa yang paling pintar di kelas, melainkan tentang siapa yang mampu bertahan dan tidak menyerah dalam setiap prosesnya,” ujarnya. Ia menambahkan, “Gelar sarjana ini tidak diraih dengan kemudahan, melainkan ditempa melalui malam-malam penuh kerja keras dan ketahanan dalam melewati proses yang panjang,” tegasnya.

Di penghujung sambutannya, suasana haru semakin terasa saat Mafa mempersembahkan kelulusan tersebut kepada para orang tua wisudawan. Di atas podium, ia menyampaikan bahwa perjuangan kuliah merupakan bentuk bakti nyata seorang anak kepada keluarga.

“Melalui pendidikan ini, kami tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi kami sedang membawa harapan besar orang tua demi kehidupan keluarga yang lebih baik,” tuturnya dengan suara bergetar. Kalimat penutupnya menjadi penegas bahwa keberhasilan para wisudawan hari ini adalah buah dari pengorbanan orang tua mereka. “Toga yang kami kenakan hari ini tidak hanya dipersembahkan sebagai simbol kelulusan, tetapi juga sebagai bukti nyata dari rapalan doa dan tetesan keringat orang tua yang akhirnya tersampaikan pada tujuannya,” pungkasnya

(Irfan Mufid/Zaenal M./Sambu Sayyidul.)

Tag :